Jakarta (Indonesia Window) – Rabithah Alam Islamiyah atau Liga Dunia Muslim dan Yayasan Sejarah Nabi Muhammad (ﷺ) dan Peradaban Islam, pada Sabtu (24/10) malam di Riyadh, Arab Saudi, menandatangani kesepakatan untuk membangun Museum Sejarah Rasulullah ﷺ dan Peradaban Islam di Jakarta.
Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa dan mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad (ﷺ) dan Peradaban Islam.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua Yayasan Sejarah Nabi Muhammad (ﷺ), Komjen Pol. (Purn) Syafruddin dan Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam, Abdul Rahman bin Muhammad Al-Matar.
Pembangunan museum di atas tanah seluas lebihi dari 100.000 meter persegi di ibu kota negara tersebut, mencerminkan apresiasi Indonesia atas proyek Islam bersejarah itu.
Museum tersebut nantinya mencakup semua peristiwa penting dari kehidupan Nabi (ﷺ), yang disajikan dengan menggunakan teknologi mutakhir.
Perjanjian kerja sama tersebut juga termasuk pendistribusian lebih dari 200 ensiklopedia dan buku tentang kehidupan Nabi (ﷺ) yang disiapkan oleh MWL selama tiga tahun terakhir.
Laporan: Redaksi