
TikTok, Meta, dan Snap setuju patuhi larangan media sosial untuk anak di bawah umur di Australia

Logo TikTok terlihat di sebuah layar 'smartphone' di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 30 Agustus 2020. (Xinhua/Liu Jie)
Larangan media sosial pertama di dunia untuk anak di bawah usia 16 tahun diberlakukan di Australia mulai 10 Desember 2025.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan media sosial TikTok, Meta, dan Snap mengatakan kepada parlemen Australia pada Selasa (28/10) bahwa mereka akan mematuhi larangan media sosial pertama di dunia untuk anak di bawah usia 16 tahun.Berdasarkan UU yang disahkan oleh pemerintah Australia pada 2024, anak-anak berusia di bawah 16 tahun akan diblokir untuk memiliki akun di platform media sosial mulai 10 Desember 2025.Menjawab pertanyaan senat pada Selasa tersebut, para eksekutif dari perusahaan induk TikTok, ByteDance, pemilik Snapchat, Snap dan Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengatakan bahwa mereka akan mematuhi larangan tersebut dan mulai menonaktifkan akun anak-anak setelah UU tersebut diberlakukan.Jennifer Stout, Wakil Presiden Senior Kebijakan Global Snap, mengatakan kepada penyelidikan itu melalui tautan video bahwa perusahaan tersebut akan mematuhinya meskipun menentang UU tersebut.Snapchat dan YouTube yang dimiliki Google sebelumnya berargumen bahwa mereka bukanlah platform media sosial dan harus dikecualikan dari larangan itu.Stout pada Selasa yang sama mengatakan bahwa larangan itu dapat mendorong para remaja untuk beralih ke layanan pesan lain, yang tidak dilengkapi perlindungan keamanan dan privasi seperti yang dimiliki Snapchat."Kami akan mematuhi hukum, meskipun kami percaya bahwa hukum tidak diterapkan secara merata," ujarnya.Direktur kebijakan Meta untuk Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick, mengatakan kepada penyelidikan tersebut bahwa perusahaannya akan segera menghubungi sekitar 450.000 pemilik akun Facebook dan Instagram di bawah usia 16 tahun di Australia, menawarkan pilihan antara menghapus data mereka atau menyimpannya hingga mereka berusia 16 tahun.ByteDance dan Snap mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah serupa.Di bawah UU larangan itu, perusahaan media sosial yang gagal mengambil langkah-langkah wajar untuk mencegah anak-anak di bawah 16 tahun mengakses platform mereka akan dikenakan denda hingga 49,5 juta dolar Australia.*1 dolar Australia = 10.889 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Senator Filipina desak Jepang beri kompensasi kepada para "wanita penghibur" era perang
Indonesia
•
04 Jul 2024

WHO nyatakan darurat kesehatan global wabah cacar monyet
Indonesia
•
24 Jul 2022

Feature – ‘Gajah-gajah pengembara’ China sambut anggota baru
Indonesia
•
14 Aug 2024

Diorama Lego terbesar di dunia hidupkan kembali lukisan China kuno ikonis
Indonesia
•
08 Oct 2024


Berita Terbaru

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026

Ramadan 1447H - Ketua DPRD Kota Bogor sebut santri generasi unggulan Indonesia karena kaji Al-Qur'an
Indonesia
•
11 Mar 2026
