
Asosiasi bisnis Meksiko sebut tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada sebagai "langkah mundur"

Foto dokumentasi ini menunjukkan suasana malam hari di jalanan di Mexico City, ibu kota Meksiko. (Xinhua)
Langkah perdagangan Washington untuk memberlakukan tarif terhadap produk-produk dari Meksiko dapat menjerumuskan Meksiko ke dalam resesi, menurunkan nilai mata uang hingga di atas 22 peso terhadap dolar AS, dan menaikkan biaya bagi kalangan perusahaan.
Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Keputusan Washington untuk memberlakukan tarif terhadap produk-produk dari Kanada dan Meksiko dinilai sebagai "langkah mundur" dalam hubungan perdagangan, ungkap Konfederasi Perusahaan Republik Meksiko (Coparmex) pada Selasa (4/3), ketika tarif tersebut mulai diberlakukan.Dalam sebuah pernyataan, asosiasi bisnis tersebut mengatakan langkah ini bertentangan dengan prinsip-prinsip perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada di antara ketiga negara Amerika Utara itu, yaitu Perjanjian Amerika Serikat (AS)-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA), dan menciptakan ketidakpastian di sektor-sektor produksi."Dampak dari langkah ini akan signifikan," kata Coparmex memperingatkan sehubungan dengan tarif 25 persen terhadap barang impor Kanada dan Meksiko yang masuk AS.Langkah perdagangan ini dapat menjerumuskan Meksiko ke dalam resesi, menurunkan nilai mata uang hingga di atas 22 peso terhadap dolar AS, dan menaikkan biaya bagi kalangan perusahaan, katanya.*1 peso Meksiko = 791 rupiahTarif tersebut "membuktikan kurangnya komitmen kerja sama dan respek pemerintah AS terhadap perjanjian-perjanjian perdagangan," kata Coparmex.Berkenaan dengan hal ini, organisasi bisnis tersebut menyerukan agar pemerintah Meksiko memperkuat diversifikasi pasar dan mengurangi ketergantungan terhadap satu negara melalui strategi yang mendorong daya saing serta pertumbuhan perusahaan-perusahaan Meksiko di pasar internasional."Stabilitas hubungan ekonomi dengan mitra-mitra dagang utama kita harus menjadi prioritas, tetapi selalu dalam kondisi yang adil dan saling menguntungkan," sebut kelompok itu.Presiden AS Donald Trump telah mengancam Kanada dan Meksiko dengan tarif-tarif perdagangan di berbagai sektor. Trump mengatakan kedua negara itu belum berbuat banyak untuk membatasi arus migran dan obat-obatan terlarang ke AS.Pada Februari, setelah melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Trump menangguhkan pemberlakuan tarif tersebut selama sebulan guna memberi mereka waktu untuk menangani isu-isu ini, tetapi kemudian mengatakan bahwa tarif tersebut akan diberlakukan sesuai rencana karena upaya yang dilakukan dirasa belum cukup.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Maskapai penerbangan nasional Australia rugi tiga tahun berturut-turut akibat pandemik
Indonesia
•
26 Aug 2022

Pertumbuhan ekonomi AS pada Q2 2024 direvisi naik jadi 3,0 persen
Indonesia
•
31 Aug 2024

Lebih dari 40 UKM Indonesia berpartisipasi dalam House of Handicraft Indonesia di Tokyo
Indonesia
•
25 Sep 2024

Intensitas energi China turun 26,4 persen dalam satu dasawarsa terakhir
Indonesia
•
11 Jul 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
