
Atasi peningkatan polusi udara, Delhi di India terapkan langkah yang lebih ketat

Sejumlah orang menerbangkan layang-layang di atap sebuah bangunan di New Delhi, India, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Javed Dar)
Langkah-langkah antipolusi yang baru di New Dehi meliputi menyapu menggunakan vakum dan menyemprot jalan dengan air, sinkronisasi pergerakan lalu lintas untuk memastikan kelancarannya, menaikkan biaya parkir untuk mencegah penggunaan kendaraan pribadi, meningkatkan frekuensi transportasi umum seperti layanan kereta Metro serta bus berbahan bakar gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan bus listrik, dan menghindari pembakaran biomassa secara terbuka.
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – Langkah-langkah antipolusi udara yang lebih ketat baru-baru ini diberlakukan di New Delhi dalam upaya mengatasi peningkatan level polusi udara di ibu kota India tersebut, di saat kualitas udara sudah merosot ke kategori ‘Sangat Buruk’.Indeks kualitas udara (air quality index/AQI) di beberapa daerah di New Delhi tercatat antara 301 hingga 400 dalam konsentrasi PM2,5, yang termasuk kategori "Sangat Buruk", menurut System of Air Quality and Weather Forecasting And Research (SAFAR) Pemerintah India.Langkah-langkah baru itu tercantum dalam Rencana Aksi Respons Bertingkat (Graded Response Action Plan/GRAP) tahap II yang dirilis oleh Komisi Pengelolaan Kualitas Udara di Wilayah Ibu Kota Nasional dan Daerah Sekitarnya (Commission for Air Quality Management in National Capital Region and Adjoining Areas).Diterapkan pada Selasa (22/10) mulai pukul 08.00 waktu setempat, langkah-langkah antipolusi yang baru meliputi menyapu menggunakan vakum dan menyemprot jalan dengan air, sinkronisasi pergerakan lalu lintas untuk memastikan kelancarannya, menaikkan biaya parkir untuk mencegah penggunaan kendaraan pribadi, meningkatkan frekuensi transportasi umum seperti layanan kereta Metro serta bus berbahan bakar gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan bus listrik, dan menghindari pembakaran biomassa secara terbuka.Masyarakat yang tinggal di Delhi juga disarankan untuk menghindari kegiatan-kegiatan konstruksi yang menimbulkan debu dari Oktober hingga Januari, dan secara rutin mengganti filter udara pada kendaraan pribadi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan Cuaca AS: 95 persen El Nino terjadi di Belahan Bumi Utara pada musim dingin 2023
Indonesia
•
12 Aug 2023

11 orang hilang dalam hujan badai di Guangdong, China selatan
Indonesia
•
23 Apr 2024

Ekspatriat nikmati Festival Musim Semi di China setelah pengoptimalan respons COVID-19
Indonesia
•
22 Jan 2023

Arab Saudi kenalkan beragam tujuan wisata yang kaya budaya
Indonesia
•
02 May 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
