
AS ingin perjanjian nuklir “seumur hidup” dengan Iran

Foto yang diabadikan pada 13 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan Kota Teheran di Iran. (Xinhua/Shadati)
Isu utama dalam perundingan nuklir saat ini adalah kemampuan Iran untuk memperkaya uranium dan nasib persediaan uranium yang sudah diperkaya mereka saat ini.
Washington, 26 Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Steve Witkoff, utusan khusus presiden Amerika Serikat (AS), mengatakan pemerintahan Trump menuntut agar setiap kesepakatan nuklir di masa mendatang berlaku tanpa batas waktu, demikian dilaporkan oleh outlet media daring Axios pada Rabu (25/2).
"Kami memulai dengan pihak Iran dengan premis bahwa tidak ada ketentuan batas waktu. Terlepas apakah kami mencapai kesepakatan atau tidak, premis kami adalah: kalian harus berperilaku baik seumur hidup," kata Witkoff dalam sebuah pertemuan tertutup di Washington DC pada Selasa (24/2), seperti dikutip Axios.
Witkoff mengatakan dua isu utama dalam perundingan nuklir saat ini adalah kemampuan Iran untuk memperkaya uranium dan nasib persediaan uranium yang sudah diperkaya mereka saat ini.
Dia menambahkan pembicaraan saat ini berfokus pada program nuklir Iran. Namun, jika kesepakatan tercapai, Gedung Putih akan mendorong perundingan lanjutan mengenai program misil Iran dan dukungannya terhadap milisi proksi, menurut laporan tersebut.
Dalam kesepakatan nuklir 2015 yang dicapai pada masa kepresidenan Barack Obama, sebagian besar pembatasan terhadap program nuklir Iran dijadwalkan berakhir antara delapan hingga 25 tahun setelah kesepakatan tersebut diteken. Iran juga berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Presiden Donald Trump, yang membatalkan kesepakatan tahun 2015 itu, kemungkinan terbuka untuk menerima pengayaan uranium "simbolis" di Iran jika Teheran membuktikan bahwa mereka tidak memfasilitasi pengembangan senjata nuklir, kata laporan itu, mengutip para pejabat AS yang menyatakan bahwa Iran saat ini berada di bawah tekanan signifikan dari para mediator, yakni Oman, Qatar, Mesir, dan Turkiye, untuk mengambil langkah guna mencapai kesepakatan dengan AS yang akan mencegah perang.
Putaran baru perundingan AS-Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa dan diperkirakan akan fokus pada program nuklir Iran, termasuk tingkat pengayaan uranium dan pencabutan sanksi.
Pemerintahan AS telah mengerahkan pasukan militer besar-besaran di Timur Tengah. Trump pada Senin (23/2) memperingatkan dirinya lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi jika kesepakatan tidak tercapai, "itu akan menjadi hari yang sangat buruk" bagi negara tersebut, merujuk pada kemungkinan serangan AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bandara Heydar Aliyev ditetapkan paling tepat waktu pada Desember 2019
Indonesia
•
15 Jan 2020

Dialog Nasional Suriah serukan pembubaran milisi dan penyusunan konstitusi baru
Indonesia
•
26 Feb 2025

Sekjen PBB desak gencatan senjata di Gaza serta aksi terkait perubahan iklim dan AI
Indonesia
•
18 Jan 2024

Akibat pemadaman listrik, Jepang hentikan pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut
Indonesia
•
25 Apr 2024


Berita Terbaru

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026

Houthi ancam serang target penting Arab Saudi, peringatkan AS agar tak ikut campur
Indonesia
•
21 Jul 2026

Kasus Ebola di RD Kongo tembus 2.400 di tengah penularan yang terus berlanjut
Indonesia
•
21 Jul 2026

Andy Burnham resmi jadi PM Inggris, janjikan perubahan politik dan ekonomi terbesar dalam 40 tahun
Indonesia
•
21 Jul 2026
