Pertumbuhan ekonomi AS pada Q2 2024 direvisi naik jadi 3,0 persen

Seorang pelanggan memilih produk di sebuah pasar swalayan di Foster City, California, Amerika Serikat, pada 28 Februari 2024. (Xinhua/Li Jianguo)
Laju pertumbuhan tahunan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) untuk kuartal kedua (Q2) 2024 naik ke angka 3,0 persen.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Laju pertumbuhan tahunan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) untuk kuartal kedua (Q2) 2024 naik ke angka 3,0 persen, demikian menurut proyeksi kedua Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Kamis (29/8).Proyeksi awal yang dirilis pada akhir Juli lalu menunjukkan PDB riil AS tumbuh 2,8 persen. Pembaruan tersebut terutama mencerminkan revisi naik pada belanja konsumen, menurut Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS.Peningkatan PDB riil AS pada Q2 tahun ini terutama mencerminkan peningkatan belanja konsumen, investasi inventaris swasta, serta investasi tetap nonperumahan. Impor, yang merupakan faktor pengurang dalam perhitungan PDB, juga tercatat meningkat.Pada Q1 2024, PDB riil naik 1,4 persen. Dibandingkan dengan Q1, percepatan PDB riil pada Q2 terutama mencerminkan peningkatan investasi inventaris swasta dan percepatan belanja konsumen. Pergerakan tersebut sebagian diimbangi oleh penurunan investasi tetap di sektor perumahan.Namun, pendapatan pribadi yang siap dibelanjakan (disposable personal income) mencatatkan pertumbuhan yang lebih lambat pada Q2, mengindikasikan potensi melemahnya konsumsi di masa mendatang.Revisi terbaru menunjukkan bahwa disposable personal income meningkat 183,0 miliar dolar AS, atau 3,6 persen, pada Q2, yang merupakan revisi turun 3,2 miliar dolar dari proyeksi sebelumnya. Peningkatan tersebut dibandingkan dengan peningkatan 4,8 persen pada Q1.Pendapatan pribadi riil yang siap dibelanjakan naik 1,0 persen, tidak direvisi dari proyeksi sebelumnya, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,3 persen pada periode sebelumnya.Proyeksi ketiga sekaligus terakhir untuk PDB Q2 2024, berdasarkan data sumber yang lebih lengkap, akan dirilis pada 26 September.*1 dolar AS = 15.409 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Harga minyak tergelincir di Asia jelang pertemuan OPEC+
Indonesia
•
01 Aug 2022

Harga minyak naik sekitar 1 persen di Asia, pasar khawatir pasokan
Indonesia
•
31 Jan 2022

Swedia pertimbangkan bangun reaktor nuklir modular kecil baru
Indonesia
•
26 Jan 2023

Penelitian ungkap dampak positif investasi China di Zimbabwe
Indonesia
•
19 Oct 2022
Berita Terbaru

Netflix menyerah, Paramount Skydance akuisisi Warner Bros. Discovery
Indonesia
•
01 Mar 2026

BOCHK kembali dukung penerbitan Dim Sum Bond pemerintah Indonesia
Indonesia
•
01 Mar 2026

Trade Expo Indonesia ke-41 targetkan transaksi 17,5 miliar dolar AS dengan 3 strategi
Indonesia
•
27 Feb 2026

Venezuela bisa jual lagi minyaknya ke Kuba atas izin AS
Indonesia
•
26 Feb 2026
