Kuwait bangkit! Produksi minyak akan tembus 2 juta barel per hari setelah konflik mereda

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini menunjukkan kapal-kapal dagang yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Kuwait City, Kuwait (Xinhua/Indonesia Window) – Kuwait pada Kamis (18/6) mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi minyak mentah menjadi di atas 2 juta barel per hari dalam kurun waktu sepekan, yang menandakan langkah besar menuju pemulihan operasional energi setelah berbulan-bulan mengalami gangguan akibat konflik.

Menurut pernyataan dari perusahaan milik negara, Kuwait Petroleum Corporation (KPC), langkah tersebut diambil seiring dengan keputusan Kuwait untuk mencabut status force majeure yang diberlakukan selama konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dengan alasan membaiknya kondisi keamanan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya kembali aktivitas pelayaran komersial internasional.

KPC menyebutkan pihaknya telah merampungkan perbaikan infrastruktur yang rusak dan kini sedang bekerja bersama para pelanggan guna memastikan kembalinya pasokan ke volume penuh sesuai kontrak secara lancar.

Pengumuman tersebut menyusul pengurangan produksi minyak dan kegiatan penyulingan yang dilakukan sebagai langkah pencegahan, yang diberlakukan pada Maret oleh Kuwait, di tengah serangan berulang yang menargetkan infrastruktur energi serta jaringan transportasi di negara itu.

Sebagai salah satu produsen minyak utama di kawasan Teluk, Kuwait terus berupaya memulihkan operasional energi normal secara bertahap setelah konflik tersebut mengganggu lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, yang merupakan rute penting bagi ekspor minyak global.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait