Iran klaim hancurkan 18 target AS, Bahrain dan Kuwait langsung siaga

Jejak cahaya terlihat di atas Yerusalem dalam serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel, pada 13 Juni 2025. (Xinhua/Chen Junqing)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Kamis (11/6) mengatakan bahwa mereka telah menyerang dan menghancurkan 18 "target penting" Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan terbaru AS terhadap Iran.

IRGC melancarkan serangan drone terhadap Armada Kelima Angkatan Laut (AL) AS di Bahrain, menurut laporan kantor berita semiresmi Iran, Mehr.

"Dalam gelombang serangan drone militer ini, antena komunikasi dan instalasi radar sistem Patriot Armada Kelima AL AS menjadi sasaran," kata laporan itu.

Bahrain dan Kuwait menyatakan pasukan pertahanan udara mereka mencegat rudal dan drone. Kuwait mengumumkan penutupan sementara wilayah udaranya setelah serangan Iran sebagai tindakan pencegahan.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait juga mengumumkan pengalihan penerbangan ke bandar udara alternatif.

Sementara itu, Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan telah menyelesaikan serangan tambahan terhadap beberapa target Iran dan bahwa serangan tersebut sebagai respons atas "agresi yang tidak berdasar dan berkelanjutan" dari Iran.

Secara terpisah, media Iran melaporkan adanya sejumlah ledakan di Kota Sirik yang terletak di selatan Iran dan di Abik yang terletak di Provinsi Qazvin, Iran barat, bersamaan dengan sejumlah laporan mengenai aktivitas drone di sejumlah daerah lainnya.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington telah terlibat dalam komunikasi langsung dengan para pejabat Iran. Teheran membantah klaim tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait