
Rusia: KTT untuk Demokrasi yang digelar AS picu perpecahan ideologi

Foto yang diabadikan pada 19 Januari 2023 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Ting Shen)
KTT untuk demokrasi yang diselenggarakan Amerika Serikat (AS) dinilai Moskow sebagai platform ideologis untuk mengendalikan negara-negara lain dan pada akhirnya memecah belah dunia, menjadi “manifestasi nyata dari praktik neokolonialisme AS.”
Moskow, Rusia (Xinhua) – Washington memanfaatkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk Demokrasi yang diselenggarakan Amerika Serikat (AS) sebagai platform ideologis untuk mengendalikan negara-negara lain dan pada akhirnya memecah belah dunia, demikian diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (28/3)."KTT tersebut merupakan manifestasi nyata dari praktik neokolonialisme AS," kata Maria Zakharova, juru bicara (jubir) kementerian itu.Melalui KTT tersebut, AS "memaksa semua pihak untuk melihat dunia melalui lensa 'tatanan berbasis aturan', yang digunakan untuk memenuhi kepentingan global Washington," ujarnya.Zakharova menambahkan AS bersikap munafik dan menyesatkan ketika mengklaim pihaknya sebagai pemimpin dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia, di saat AS sendiri tidak mendukung dan menerapkan nilai-nilai tersebut.Moskow menentang keras upaya AS untuk memaksakan interpretasi demokrasinya sendiri pada negara-negara lain, ujar jubir itu."AS tidak punya hak moral untuk menceramahi pihak lain," dan harus meninggalkan wacana binernya jika ingin membangun hubungan yang serius dengan negara-negara berdaulat, menurut Zakharova.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fakta konflik Rusia-Ukraina – Ukraina ekspor 19 juta ton bahan pangan
Indonesia
•
01 Feb 2023

Shahbaz Sharif terpilih sebagai PM baru Pakistan
Indonesia
•
04 Mar 2024

Iran sebut Teheran dan Washington berupaya rampungkan MoU untuk akhiri perang
Indonesia
•
24 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
