
PBB: Krisis kemanusiaan di Gaza berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya

Warga Palestina berjalan di tengah puing-puing bangunan yang hancur pascaserangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 25 Oktober 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga badan PBB untuk Pengungsi Palestina, atau UNRWA, yang sejauh ini menjadi penyedia bantuan kemanusiaan terbesar di Gaza, memperingatkan bahwa mereka akan terpaksa menghentikan semua operasi pada Rabu malam kecuali bahan bakar segera diizinkan masuk ke Gaza.
PBB (Xinhua) – Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (25/10) mengatakan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, atau UNRWA, yang sejauh ini menjadi penyedia bantuan kemanusiaan terbesar di Gaza, memperingatkan bahwa mereka akan terpaksa menghentikan semua operasi pada Rabu malam kecuali bahan bakar segera diizinkan masuk ke Gaza.Rumah-rumah sakit ditutup karena kekurangan bahan bakar, air, persediaan medis, dan personel. Bahan bakar dijatah secara ketat untuk sejumlah fasilitas penting tertentu. Generator cadangan tidak dirancang untuk operasional terus-menerus dan bisa mengalami kerusakan, kata OCHA.Personel PBB mengunjungi sejumlah rumah sakit pada Selasa (24/10). Di salah satu rumah sakit, mereka melihat ratusan pria, wanita, dan anak-anak terluka. Banyak dari mereka tidak sadarkan diri, dengan luka terbuka, tergeletak di tempat tidur, tandu, dan di lantai, dengan perawatan medis yang terbatas. Di halamannya terdapat sebuah tenda berisi puluhan jenazah, termasuk anak-anak. Banyak korban tewas dibiarkan di sana karena kamar mayat penuh, ungkap badan tersebut.
Seorang bocah laki-laki Palestina berjalan di tengah puing-puing bangunan yang hancur pascaserangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 25 Oktober 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Festival layang-layang China tarik peminat dari dalam dan luar negeri
Indonesia
•
17 Apr 2023

PM: Singapura akan membebaskan hubungan seks antarpria
Indonesia
•
21 Aug 2022

Melancong ke Kutub Utara dengan visa “Rostourism”
Indonesia
•
06 Dec 2019

Prof. Saiful Mujani: Mathla’ul Anwar harus tetap Inklusif
Indonesia
•
13 Mar 2021


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
