Kota THE LINE Saudi diharapkan jadi platform global inovasi dan iptek masa depan

Kota THE LINE Saudi diharapkan jadi platform global inovasi dan iptek masa depan
Penjabat menteri media Arab Saudi, Majed Al-Qasabi. (Saudi Gazette)

Jakarta (Indonesia Window) – Proyek pembangunan kota modern nol emisi karbon, THE LINE, diharapkan menjadi model kelas dunia dari kota-kota masa depan dan pusat bagi para mereka yang ingin melihat dan menikmati pola hidup ideal yang baru, kata penjabat menteri media Arab Saudi, Majed Al-Qasabi.

Proyek pembangunan kota yang berlokasi di Neom, Provinsi Tabuk (sebelah baratdaya Arab Saudi) tersebut diluncurkan pada Ahad (10/1) oleh oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman, yang merupakan Presiden Dewan Direksi Neom.

Al-Qasabi, yang merupakan anggota dewan direksi perusahaan NEOM, menjelaskan letak strategis NEOM yang menghadap ke pantai Laut Merah, yang dianggap sebagai urat nadi ekonomi dunia karena menghubungkan tiga benua Afrika, Asia dan Eropa.

Dalam wawancara telepon dengan TV Al-Akhbariya pada Selasa (12/1), dia mengatakan bahwa setidaknya 70 persen dari populasi dunia dapat mencapai atau memiliki akses langsung ke NEOM dalam waktu kurang dari delapan jam.

Dia menambahkan bahwa situs Laut Merah Saudi akan berfungsi sebagai platform internasional bagi pengembangan inovasi, kreativitas, pengetahuan, penelitian teknologi, dan peradaban.

Al-Qasabi menggambarkan THE LINE sebagai proyek internasional yang belum pernah ada sebelumnya, menambahkan bahwa pembangunan ini menawarkan 380.000 peluang kerja bagi kaum muda di lebih dari 16 domain.

THE LINE akan membentang sepanjang 170 kilometer yang dapat mengakomodasi satu juta jiwa.

Kota berteknologi tinggi tanpa mobil dan jalan tersebut diharapkan bebas emisi karbon.

Walkability atau area yang ramah pejalan kaki akan menentukan kehidupan di The Line dan layanan penting seperti sekolah, klinik medis, fasilitas rekreasi, serta ruang hijau, akan berada dalam jarak lima menit berjalan kaki.

Selain itu, solusi transportasi cepat dan mobilitas otonom akan memastikan bahwa tidak ada perjalanan yang lebih dari 20 menit.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here