
China luncurkan satelit kelautan HY-2E untuk pantau laut, topan, dan El Nino

Sebuah versi modifikasi dari roket Long March-7, yang membawa satelit uji coba teknologi komunikasi baru, diluncurkan dari Situs Peluncuran Wahana Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan, pada 23 Juni 2026. (Xinhua/Yang Guanyu)
Satelit HY-2E dilengkapi dengan empat muatan pengindraan jauh gelombang mikro, yang mampu memperoleh data secara akurat mengenai ketinggian permukaan laut, ketinggian gelombang signifikan, medan angin permukaan laut, serta suhu permukaan laut, sehingga memberikan dukungan data yang sangat penting bagi prakiraan cuaca laut dan penelitian fenomena El Nino.
Jiuquan, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Kamis (2/7) meluncurkan satelit kelautan baru ke orbit dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut.
Roket Long March-4B yang membawa satelit Haiyang-2E (HY-2E) lepas landas pada pukul 07.46 Waktu Beijing (06.46 WIB) dan menempatkan satelit tersebut ke orbit yang direncanakan.
Ini merupakan peluncuran ke-654 yang melibatkan seri roket Long March.
Satelit HY-2E dikembangkan oleh Akademi Teknologi Luar Angkasa China (China Academy of Space Technology/CAST). Sebagai sistem satelit pertama China yang didedikasikan untuk pemantauan lingkungan dinamis kelautan, satelit-satelit HY-2 telah menyediakan layanan data untuk pencegahan dan mitigasi bencana kelautan nasional, pengembangan sumber daya, keamanan maritim, serta penelitian oseanografi selama lebih dari satu dekade.
Zhang Qingjun, seorang ahli dari CAST, mengatakan satelit HY-2E yang baru diluncurkan ini akan menggantikan satelit HY-2B yang diluncurkan pada 2018 serta akan beroperasi bersama satelit HY-2C dan HY-2D yang saat ini beroperasi untuk memastikan stabilitas layanan pemantauan lingkungan dinamis kelautan China.
Satelit HY-2E dilengkapi dengan empat muatan pengindraan jauh gelombang mikro, yang mampu memperoleh data secara akurat mengenai ketinggian permukaan laut, ketinggian gelombang signifikan, medan angin permukaan laut, serta suhu permukaan laut, sehingga memberikan dukungan data yang sangat penting bagi prakiraan cuaca laut dan penelitian fenomena El Nino.
Satelit HY-2 telah merekam data topan secara akurat selama aktivitas topan yang berdampak pada China, memainkan peran penting dalam peringatan dini tsunami, serta menyediakan data bagi sistem prakiraan cuaca numerik global.
Data angin, gelombang, dan arus yang diperoleh dari satelit HY-2 juga dapat membantu menganalisis kawasan penangkapan ikan utama di laut, sehingga memungkinkan nelayan menemukan kawanan ikan dengan akurat dan efisien, dengan demikian meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional di lepas pantai.
Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System/AIS) untuk kapal juga telah ditambahkan pada satelit HY-2 sejak model HY-2B, sehingga memungkinkan pengumpulan data posisi, kecepatan, dan tanda panggil kapal secara berkesinambungan guna meningkatkan keamanan navigasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Versi modifikasi roket Long March-8 milik China rampungkan uji coba pemisahan ‘fairing’
Indonesia
•
27 Mar 2024

Teknologi baru China kendalikan bau di fasilitas penampungan sampah
Indonesia
•
28 Feb 2023

Pupuk organik dongkrak hasil panen di tengah tekanan pasokan akibat konflik Timur Tengah
Indonesia
•
30 Apr 2026

Media: Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar AS
Indonesia
•
13 Jul 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan ungkap 'pabrik' sel darah sudah aktif sebelum gastrulasi embrio manusia
Indonesia
•
03 Jul 2026

Ingin berhenti merokok? Studi temukan olahraga bisa jadi solusinya
Indonesia
•
03 Jul 2026

El Nino kuat diprediksi melanda hingga 2027, Selandia Baru waspadai kekeringan dan kebakaran hutan
Indonesia
•
02 Jul 2026

NASA tunjuk tiga perusahaan untuk bangun pangkalan bulan, empat misi diluncurkan hingga 2028
Indonesia
•
01 Jul 2026
