Peneliti China rekomendasikan pengurangan kortisol dalam operasi tumor hipofisis

Ilustrasi. (Olga Kononenko on Unsplash)
Penggunaan kortisol dalam operasi tumor hipofisis telah digunakan selama puluhan tahun untuk menghindari kondisi kekurangan adrenal pascaoperasi, namun hal ini dapat menyebabkan banyak gangguan lain seperti diabetes atau gangguan elektrolit.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim penelitian China berhasil menunjukkan bahwa menahan pemberian suplementasi hidrokortison perioperatif kemungkinan aman bagi beberapa pasien penderita tumor hipofisis (pituitary adenoma), mengurangi penggunaan kortisol dalam operasi yang tidak perlu.Studi itu dilakukan oleh para peneliti dari Peking Union Medical College Hospital (PUMCH) yang dinaungi Akademi Ilmu Kedokteran China, dan baru-baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal medis terkemuka JAMA Network Open.Setiap tahunnya, sekitar 270.000 orang di seluruh dunia didiagnosis menderita tumor hipofisis, jenis tumor otak primer paling umum kedua, dan menjalani operasi saraf.Kortisol telah digunakan selama puluhan tahun untuk menghindari kondisi kekurangan adrenal pascaoperasi. Namun, penggunaan kortisol dapat menyebabkan banyak gangguan lain seperti diabetes atau gangguan elektrolit.Sejumlah studi observasi terbaru menunjukkan bahwa menahan penggunaan kortisol perioperatif kemungkinan aman bagi pasien penderita tumor hipofisis dengan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (hypothalamus-pituitary-adrenal/HPA) yang dalam kondisi baik.Dimulai pada 2020, tim penelitian dari Departemen Bedah Saraf di PUMCH melakukan uji klinis acak yang melibatkan 436 pasien berusia 18 hingga 70 tahun, yang seluruhnya memiliki aksis HPA yang kondisinya baik dan menjalani operasi tumor hipofisis, menurut peneliti utama Guo Xiaopeng dari PUMCH.Hasil tersebut menunjukkan bahwa menahan penggunaan hidrokortison bersifat aman dan kualitasnya tidak lebih rendah dibanding terapi suplementasi kortisol konvensional untuk para pasien tersebut sehubungan dengan prevalensi kondisi kekurangan adrenal pascaoperasi, papar Guo.Selain itu, prevalensi diabetes atau gangguan elektrolit juga mengalami penurunan signifikan pada pasien yang tidak menerima terapi kortisol, imbuh Guo.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Nuklir untuk identifikasi penyebab gizi buruk
Indonesia
•
01 Nov 2019

Sisa-sisa alkohol dan sutra berusia 5.000 tahun ditemukan di China bagian tengah
Indonesia
•
01 Oct 2021

Ilmuwan China kembangkan strategi pengobatan baru untuk karsinoma nasofaring
Indonesia
•
15 Feb 2023

India tertarik teknologi Indonesia untuk gasifikasi batu bara bawah permukaan
Indonesia
•
07 Sep 2020
Berita Terbaru

‘Startup’ Jepang Space One gagal dalam peluncuran ke-3 roket Kairos
Indonesia
•
05 Mar 2026

Peningkatan kadar co2 terdeteksi dalam darah manusia
Indonesia
•
06 Mar 2026

Huawei luncurkan ponsel lipat dan jam tangan pintar baru di Indonesia
Indonesia
•
06 Mar 2026

OpenAI rilis GPT-5.4 dengan peningkatan kemampuan penalaran, pengodean, dan agen AI
Indonesia
•
06 Mar 2026
