
Analisis air limbah ungkap penggunaan narkoba di Australia capai tingkat tertinggi

Orang-orang berjalan sambil membawa kereta dorong bayi di Anketell Street di Canberra, Australia, pada 19 Juni 2025. (Xinhua/Zhang Na)
Konsumsi narkoba di Australia mencapai level tertinggi pada 2024, demikian terungkap dari analisis air limbah.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Konsumsi narkoba di Australia mencapai level tertinggi pada 2024, demikian terungkap dari analisis air limbah.Komisi Intelijen Kriminal Australia (Australian Criminal Intelligence Commission/ACIC) pada Jumat (15/8) merilis laporan ke-24 dari Program Pemantauan Obat-obatan Air Limbah Nasional (National Wastewater Drug Monitoring Program), yang dibentuk pada 2016 untuk mengukur penggunaan narkoba dengan menganalisis air limbah dari berbagai lokasi di seluruh Australia.Menurut laporan terbaru, warga Australia mengonsumsi 22,2 ton narkoba jenis methylamphetamine, kokaina, heroin, dan MDMA dalam periode 12 bulan hingga Agustus 2024, meningkat 34 persen dibandingkan 12 bulan sebelumnya dan merupakan tingkat konsumsi tertinggi dalam sejarah program tersebut untuk keempat jenis narkoba utama itu.Laporan itu menyatakan bahwa rekor 12,8 ton methylamphetamine, yang juga dikenal sebagai metamfetamin atau sabu-sabu, dikonsumsi oleh warga Australia dalam kurun waktu satu tahun hingga Agustus 2024, dibandingkan dengan 10,5 ton dalam periode 12 bulan sebelumnya.Konsumsi kokaina meningkat hampir 70 persen, dari 4,03 ton menjadi rekor tertinggi 6,8 ton dalam periode yang sama.CEO ACIC Heather Cook mengatakan dalam pernyataannya bahwa volume konsumsi methylamphetamine, kokaina, heroin, dan MDMA tersebut diperkirakan memiliki nilai jual ilegal sebesar 11,5 miliar dolar Australia, dengan methylamphetamine menyumbang sekitar 8,9 miliar dolar Australia.*1 dolar Australia = 10.523 rupiah"Kelompok kejahatan serius dan terorganisasi mengeksploitasi tingginya permintaan untuk narkoba di Australia dan berfokus pada upaya untuk memaksimalkan keuntungan dengan mengorbankan keamanan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.ACIC menyatakan bahwa pemodelan mereka memperkirakan bahwa konsumsi methylamphetamine, kokaina, dan MDMA akan terus meningkat hingga 2027, sementara pasar heroin diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam dua tahun ke depan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1441 - Jumlah jamaah haji tak lebih dari 10 ribu orang
Indonesia
•
23 Jun 2020

Hujan salju lebat di China utara sebabkan gangguan pada kegiatan pembelajaran dan lalu lintas
Indonesia
•
12 Dec 2023

Feature – Pengungsi Lebanon di Suriah rindukan tanah air mereka
Indonesia
•
07 Oct 2024

Badan bantuan serukan dana dukung kebutuhan kemanusiaan di Sudan
Indonesia
•
06 May 2023


Berita Terbaru

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026

Ramadan 1447H - Ketua DPRD Kota Bogor sebut santri generasi unggulan Indonesia karena kaji Al-Qur'an
Indonesia
•
11 Mar 2026
