
Mahadata ungkap perbedaan topik dalam ‘Dua Sesi’ China dan Kongres AS

Foto yang diabadikan pada 14 November 2022 ini memperlihatkan bendera negara China dan Amerika Serikat di Bali. (Xinhua)
Kongres AS ke-118, yang diselenggarakan pada 3 Januari lalu, dimulai dengan lamban, dengan anggota parlemen membahas topik-topik seperti "Biden", "Trump", "partai", "pemilihan umum", "Rusia", "China", "militer", dan "keamanan nasional".
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah analisis mahadata (big data) oleh Kantor Berita Xinhua mengenai kata-kata yang sering disebutkan oleh badan legislatif dan media sejak Januari 2023 menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok antara fokus anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dan China.Kongres AS ke-118, yang diselenggarakan pada 3 Januari, dimulai dengan lamban, dengan anggota parlemen membahas topik-topik seperti "Biden", "Trump", "partai", "pemilihan umum", "Rusia", "China", "militer", dan "keamanan nasional".
Data yang didapat dari 6.350 lebih informasi, termasuk laporan dari sejumlah outlet media seperti The Washington Post, The New York Times dan The Guardian, serta rilis resmi, menunjukkan bahwa "Biden" dan "Trump" hampir sama pentingnya dengan sejumlah topik hangat, terutama karena perdebatan tentang dugaan manipulasi pemilih (voter) pada saat pemilihan presiden AS tahun 2020.Sebagai perbandingan, ‘Dua Sesi’ lokal China, yang mencakup pertemuan legislatif dan badan penasihat politiknya di tingkat lokal pada periode yang sama, membahas "pembangunan" secara intensif. Kata-kata populer lainnya yang juga meliputi "ekonomi", "rakyat", "perawatan kesehatan", "lingkungan hijau", "pendidikan", "COVID-19", "konsultasi demokrasi", "urusan pedesaan", dan "inovasi", didapatkan dari 3.170 laporan media terkait pada paruh pertama Januari.
Analisis tag cloud di atas memang menjelaskan apa yang benar-benar dipedulikan oleh pembuat undang-undang di kedua negara tersebut.Perbedaan yang jelas adalah: selama pertemuannya yang panjang, Kongres AS tidak menyebut "rakyat" sebanyak topik utama, tetapi menghabiskan banyak waktu untuk "Rusia", "China", "militer", dan "keamanan nasional". Ini menjadi contoh lain dari kepentingan Washington dalam perang dan memicu konflik yang bertentangan dengan filosofi pemerintahan China yang memprioritaskan kepentingan rakyat.Mencermati sesi Kongres AS ke-118, survei tersebut juga menemukan bahwa anggota parlemen tersebut hampir tidak berhenti menyerang satu sama lain atau memanfaatkan setiap kesempatan untuk saling menyalahkan. Diskusi tentang isu-isu seperti "perawatan kesehatan", "pendidikan", "hijau", "pajak", "COVID-19", "iklim", serta "Ukraina", "teknologi", "perdagangan", "energi" dan "imigrasi" semuanya diakhiri dengan perdebatan partisan.Meskipun kedua belah pihak menyoroti "ekonomi", anggota parlemen AS tampaknya berkonsentrasi pada "energi", "perdagangan", dan "pajak" secara lebih spesifik, sementara legislator China cenderung lebih fokus pada "inovasi", "modernisasi", "bakat dan pendidikan", "teknologi", "pariwisata", dan "keterbukaan".Politisi AS menggunakan konflik Rusia-Ukraina sebagai sebuah keuntungan demi mengejar hegemoni ketika rakyatnya sendiri menderita akibat beban inflasi yang tinggi. Dan dalam perang dagang yang dilancarkan Washington terhadap Beijing, justru rakyat Amerika yang harus membayar tarif tambahan yang dikenakan pada barang-barang China.Selain itu, pemotongan pajak yang dilakukan oleh pemerintahan AS sebelumnya sebenarnya telah memungkinkan miliarder di AS untuk membayar lebih sedikit, yang semakin memperlebar kesenjangan kekayaan di negara tersebut. Dan pemerintahan Partai Demokrat yang cenderung mengenakan pajak kepada perusahaan terkaya dan terbesar, juga gagal memenuhi janji kampanye.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

3 orang terluka dalam penembakan di Tel Aviv, pria Palestina bersenjata tewas
Indonesia
•
10 Mar 2023

Survei: Tingkat dukungan kabinet Kishida turun jadi 24,5 persen akibat skandal dana politik
Indonesia
•
07 Feb 2024

UNRWA peringatkan adanya ancaman terhadap eksistensinya di tengah konflik di Gaza
Indonesia
•
08 Mar 2024

Trump minta kontribusi 1 miliar dolar AS bagi negara yang ingin kursi di Dewan Perdamaian
Indonesia
•
18 Jan 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
