
Sekjen PBB peringatkan soal eskalasi konflik Ukraina

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara kepada awak media di kantor pusat PBB di New York pada 14 Februari 2023. (Xinhua/Xie E)
Konflik di Ukraina juga memperburuk ketidakstabilan regional serta memicu ketegangan dan perpecahan global, sekaligus mengalihkan perhatian dan sumber daya dari krisis lain dan isu-isu global yang mendesak.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (22/2) memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Ukraina merupakan "bahaya yang jelas dan nyata.""Selama setahun terakhir, kita tak hanya menyaksikan penderitaan dan kehancuran yang meluas, tetapi kini semakin jelas betapa situasinya dapat menjadi lebih buruk. Kemungkinan konsekuensi yang muncul dari konflik yang bertambah parah ini adalah bahaya yang jelas dan nyata," ujar Guterres pada sesi khusus darurat Majelis Umum PBB yang dilanjutkan kembali.Konflik di Ukraina juga memperburuk ketidakstabilan regional serta memicu ketegangan dan perpecahan global, sekaligus mengalihkan perhatian dan sumber daya dari krisis lain dan isu-isu global yang mendesak, lanjutnya."Sementara itu, kita telah mendengar ancaman implisit untuk menggunakan senjata nuklir. Apa yang disebut penggunaan senjata nuklir secara taktis sama sekali tidak dapat diterima. Kini adalah saatnya untuk mundur dari tepi jurang," ungkapnya.Guterres menyerukan perdamaian.Rakyat Ukraina sangat menderita. Rakyat Ukraina, Rusia, dan masyarakat lainnya membutuhkan perdamaian, kata Guterres. "Meski prospek terlihat suram hari ini, kita semua harus bekerja, menyadari bahwa perdamaian sejati dan abadi harus didasarkan pada Piagam PBB dan hukum internasional."
Sebuah bangunan yang rusak sedang dalam proses penghancuran di Mariupol pada 23 Agustus 2022. (Xinhua/Victor)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Luncurkan kampanye pemilihan kembali, Erdogan janji akan atasi kenaikan inflasi
Indonesia
•
12 Apr 2023

Utusan asing nyatakan penolakan kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan
Indonesia
•
06 Aug 2022

China putuskan jatuhkan sanksi pada lima perusahaan industri pertahanan AS
Indonesia
•
08 Jan 2024

China desak AS berhenti manfaatkan Filipina sebagai pion destabilisasi Laut China Selatan
Indonesia
•
08 Mar 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
