
Menlu Wang Yi: China bersedia jadi kekuatan penstabil pertumbuhan global

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pidato utama bertajuk "Bertindak tegas sebagai kekuatan untuk stabilitas di dunia yang bergejolak" dalam sesi "China in the World" pada Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) yang digelar di Munich, Jerman, pada 17 Februari 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)
Komunitas bisnis global umumnya percaya bahwa “China berikutnya tetaplah China” karena dengan pertumbuhan 5,2 persen pada 2023 negara ini menyumbang sepertiga dari pertumbuhan global.
Munich, Jerman (Xinhua) – China bersedia menjadi kekuatan penstabil pertumbuhan global, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi saat menyampaikan pidato utama dalam sesi ‘China in the World’ di Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) pada Sabtu (17/2).Wang, yang juga Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), mengatakan bahwa ekonomi China selalu penuh dengan vitalitas dan ketahanan, dan momentum positif jangka panjang telah menjadi semakin jelas.Pertumbuhan 5,2 persen China pada 2023 menyumbang sepertiga dari pertumbuhan global. Dengan pertumbuhannya yang pesat, China, pasar terbesar di dunia, akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia, dan komunitas bisnis global umumnya percaya bahwa "China berikutnya tetaplah China," kata sang menlu.Konsensus politik terbesar rakyat China adalah berkonsentrasi untuk mencapai modernisasi China, sementara mempercepat pembangunan berkualitas tinggi merupakan prinsip dasar China di era baru. Seperti yang telah dikatakan oleh Presiden China Xi Jinping, pintu keterbukaan China akan semakin terbuka lebar, kata Wang.China akan terus memperluas keterbukaan institusional, mengurangi daftar negatif untuk akses investasi asing, dan menyediakan lingkungan bisnis yang lebih berorientasi pasar, berbasis hukum, dan internasional untuk perusahaan-perusahaan Eropa dan lainnya, ujar Wang. Saat ini, China memiliki kebijakan bebas visa timbal balik dengan 23 negara dan bebas visa unilateral untuk banyak negara Eropa, imbuhnya lebih lanjut.Di masa mendatang, China akan memberikan lebih banyak kemudahan bagi orang-orang dari semua negara untuk berinvestasi, berbisnis, berwisata, dan belajar di China, kata Wang.Saat ini, sudah menjadi sebuah konsensus bagi dunia untuk menentang "pemisahan diri" (decoupling), dan semakin banyak orang yang berwawasan luas telah menyadari bahwa kebijakan nonkerja sama merupakan risiko terbesar. Siapa pun yang mencoba untuk "menghapus China" atas nama "menghilangkan risiko" akan membuat kesalahan sejarah. Lautan ekonomi dunia tidak akan dipersempit menjadi sungai-sungai kecil yang terisolasi, sehingga tren globalisasi ekonomi tidak akan berbalik, kata Wang.Wang menyerukan upaya bersama untuk membuat globalisasi lebih bermanfaat secara universal dan inklusif, sehingga bermanfaat bagi lebih banyak negara dan lebih banyak orang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Raksasa teknologi China Huawei perkirakan pendapatan 2022 capai 636,9 miliar yuan
Indonesia
•
31 Dec 2022

Sektor penyimpanan gudang China pulih pada Desember 2022
Indonesia
•
08 Jan 2023

Jepang pertimbangkan lepas pasokan minyak tambahan setara 20 hari
Indonesia
•
10 Apr 2026

MarketWatch: Inflasi pangan tetap tinggi di AS dan Eropa
Indonesia
•
06 Aug 2022


Berita Terbaru

Langgar aturan keamanan makanan, 7 platform ‘e-commerce’ China didenda 7 triliun rupiah
Indonesia
•
18 Apr 2026

Canton Fair untuk pertama kalinya hadirkan zona ‘drone’, pikat pembeli global
Indonesia
•
18 Apr 2026

Feature – Yuk bangun bisnis berbasis pengalaman dan emosi!
Indonesia
•
17 Apr 2026

Indonesia ekspor 4.077 ton durian beku ke China sepanjang 2026
Indonesia
•
17 Apr 2026
