
Klinik herbal tabib Rochi tangani pasien dengan terapi holistik

Pendiri Sekolah Herbalis Rochi Educare dan Klinik Terapi Tradisional Rochi, tabib Rochi, dalam wawancara khusus di Tangerang, Banten, Ahad (1/9/2024). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Klinik pengobatan herbal tabib Rochi yang berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat, menerapkan metode holistik dalam menangani pasien dengan beragam keluhan.
Tangerang, Banten (Indonesia Window) – Klinik pengobatan herbal tabib Rochi yang berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat, menerapkan metode holistik dalam menangani pasien dengan beragam keluhan.“Terapi holistik dalam menangani pasien ini maksudnya adalah, pasien tidak hanya diberikan obat herbal, tetapi juga kita pahamkan mengenai pentingnya mengubah gaya hidup, pola hidup, serta pola pikir yang baik sehat,” kata pendiri Sekolah Herbalis Rochi Educare dan Klinik Terapi Tradisional Rochi, tabib Rochi, dalam wawancara khusus di Jakarta, baru-baru ini.Dia menambahkan, dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan sehat, diharapkan seluruh proses pengobatan dapat dilakukan dengan tuntas hingga pasien sembuh, dan selanjutnya dapat menjaga kesehatan mereka.Berkaitan dengan kesehatan tubuh, terapis pengobatan herbal lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menerangkan bahwa tubuh manusia telah “dibekali” oleh Allah (ﷻ) dua mekanisme penting, yakni detoksifikasi dan imunitas.Dua mekanisme ini membuat tubuh mampu untuk “menyembuhkan diri sendiri”, baik dari serangan patogen hidup seperti virus, bakteri, jamur, maupun patogen mati yang berasal luar tubuh, misalnya zat-zat dalam makanan olahan, tuturnya.Detoksifikasi atau yang sering disingkat sebagai detoks adalah proses pengeluaran racun dari dalam tubuh, sedangkan imunitas atau kekebalan merupakan kemampuan tubuh untuk melawan mikroorganisme berbahaya atau melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen.“Kadang-kadang dua sistem ini melemah karena penyakit yang diderita oleh pasien,” ujar tabib Rochi, seraya menekankan, obat herbal bekerja dalam tubuh dengan menguatkan kembali dua mekanisme penting tersebut.Menurut dia, hal tersebut berbeda dengan obat-obatan berbahan kimia non-alami. “Obat terapi penyakit kimia tidak memperkuat dua hal itu. Obat kimia fokus pada penyakit. Makanya, dokter harus men-diagnosa secara tepat, apa penyakit dari pasien. Terapi obat kimia juga hanya mengobati secara simtomatis, dengan cara memanipulasi fisiologi tubuh, seperti menahan rasa sakit.”“Obat herbal lebih simple. Jika diagnosa tidak tepat, obat herbal dapat memperkuat kemampuan detoksifikasi dan imunitas tubuh, sehingga pasien tetap bisa sembuh dari penyakitnya. Ambil saja herbal yang punya efek imunomodulator atau imunobooster. Selain itu, penyakit bisa sembuh karena ada detoksifikasi untuk radikal bebas, sehingga membebaskan stress pada organ tubuh. Obat-obatan kimia tidak memiliki fungsi ini,” terang tabib Rochi.Lebih lanjut dia mengatakan, hampir semua tanaman herbal memiliki kandungan alami antioksidan untuk membersihkan berbagai racun dalam tubuh, menstimulasi imunitas, dan bersifat antiradang. “Bedanya hanya dalam kadar tinggi atau rendahnya saja. Sehingga, pengobatan herbal bekerja sinergi, yakni menyembuhkan penyakit dan meningkatkan fungsi kesehatan tubuh.”Dia mencontohkan beberapa tanaman herbal khas Indonesia yang telah lama dikenal oleh masyarakat luas dan banyak dikonsumsi dalam bentuk minuman jamu, yakni temulawak, jahe, dan kencur.“Temulawak dan jahe dapat mengobati sakit pada sistem pencernaan, karena bisa mengurangi nyeri, kembung, mual. Keduanya juga merupakan bahan antioksidan yang tinggi, sedangkan temulawak bisa meningkatkan imunitas,” urai tabib Rochi yang juga memiliki gelar magister farmasi dari Universitas Pancasila itu.Sementara itu, untuk mengatasi batuk dan penyakit pada sistem pernapasan, tabib Rochi menyarankan untuk mengonsumsi kencur dan jahe. “Kencur dan jahe mengandung antioksidan dan antiracun yang kuat, serta bisa meningkatkan imunitas dan stamina.”Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Panda raksasa tertua di Jepang mati pada usia 28 tahun
Indonesia
•
02 Apr 2024

Generasi tua kuasai Korsel 2025, populasi lansia tembus 20 persen
Indonesia
•
30 Sep 2025

Telaah – Perundingan gencatan senjata mandek, masa depan Gaza terombang-ambing (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
04 Mar 2025

Pakar: Kolaborasi komunikasi-hukum kunci sukses capai tujuan bersama
Indonesia
•
22 May 2022


Berita Terbaru

Langgar aturan akses bagi anak-anak, Australia selidiki 5 raksasa medsos
Indonesia
•
31 Mar 2026

Total populasi Korsel diperkirakan turun 29,9 persen per 2072
Indonesia
•
31 Mar 2026

Resensi Buku Perspektif Jurnalistik – Analisis SWOT Negara Madinah lahirkan model manajemen strategis pemerintahan universal
Indonesia
•
30 Mar 2026

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026
