Thailand akan menjadi eksportir herbal terbesar ASEAN

Thailand akan menjadi eksportir herbal terbesar ASEAN
Ilustrasi. Rencana induk pertama Thailand untuk pengembangan herbal yang diimplementasikan pada 2017-2021 menargetkan nilai konsumsi herbal tahunan meningkat dari 180 miliar baht menjadi 360 miliar baht pada tahun 2021. (Freepik)

Jakarta (Indonesia Window) – Tiga kementerian Thailand, yakni Kesehatan Masyarakat, Pertanian, dan Perdagangan bekerja sama mempromosikan negara tersebut sebagai pengekspor herbal terbesar di Asia Tenggara, dengan target penjualan keseluruhan senilai 360 miliar baht (sekira 169,9 triliun rupiah) tahun depan.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Rachada Dhnadirek mengatakan, Thailand sedang menekankan pengembangan produk herbal yang memiliki potensi pertumbuhan dan pendapatan karena digunakan sebagai bahan dalam produksi makanan, minuman, kosmetik, suplemen makanan dan obat-obatan, serta tidak banyak pesaing.

Di tengah pandemik COVID-19, ekspor herbal Thailand meningkat terutama ke China, Amerika Serikat dan Vietnam, katanya dalam laporan Kantor Berita Thailand (TNA) yang dikutip di Jakarta, Senin.

Rencana induk pertama Thailand untuk pengembangan herbal yang diimplementasikan pada 2017-2021 menargetkan nilai konsumsi herbal tahunan meningkat dari 180 miliar baht menjadi 360 miliar baht pada tahun 2021.

Rencana tersebut juga menargetkan negeri gajah putih itu menjadi pengekspor produk herbal terbesar di Asia Tenggara.

Produk unggulannya adalah kunyit, plai (Zingiber montanum), jahe hitam Thailand dan bua bok (Centella asiatica).

Selain itu, beberapa herbal Thailand dengan cepat mendapatkan popularitas termasuk chiretta hijau, jahe dan bawang putih, kata Rachada.

Menurutnya, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat berupaya maksimal untuk mempromosikan produk herbal.

Kementerian Kesehatan Masyarakat bertanggung jawab atas kualitas dan inovasi produk herbal serta fasilitasi untuk produksi komersial, sedangkan Kementerian Perdagangan mengawasi kampanye pemasaran lokal dan internasional.

Sementara itu, Kementerian Pertanian dan Koperasi berupaya memperluas budidaya herbal organik.

“Permintaan herbal secara global terus meningkat dan ini merupakan peluang penting untuk menghasilkan pendapatan yang aman bagi petani dan pengembang. Pemerintah siap memberikan dukungan dalam hal kebijakan dan anggaran untuk pengembangan herbal secara komprehensif sehingga industri Thailand akan diakui secara internasional dan tumbuh secara berkelanjutan,” kata Rachada.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here