Kiswah dibuat di pabrik berteknologi tinggi

Kiswah dibuat di pabrik berteknologi tinggi
Mesin tenun moderen di pabrik kiswah Umm Al-Joud, Makkah digunakan untuk membuat kain penutup Ka'bah berbahan sutera serta benang emas dan perak. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Kain penutup Ka’bah atau kiswah merupakan salah satu hal yang mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Sebelumnya, selama berabad-abad kiswah didatangkan dari berbagai negeri yang terkenal akan kain tenun elok yang bermutu tinggi, seperti Mesir, Yaman dan India.

Namun, sejak zaman Raja Abdul Aziz (1932-1953), kiswah dibuat di Arab Saudi.

Sang pendiri kerajaan tersebut mendirikan bangunan khusus di daerah Ajyad dekat dengan Masjidil Haram, Makkah untuk membuat kiswah dan merupakan pabrik kiswah pertama di era Saudi.

Pabrik kiswah kemudian dipindahkan ke Umm Al-Joud yang masih berada di wilayah Makkah.

Pabrik yang dinamakan oleh Raja Salman sebagai Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka’bah itu dilengkapi dengan mesin-mesin tenun terbaru yang canggih.

Departemen desalinasi adalah bagian pertama dari kompleks tersebut, dan bertanggung jawab atas kemurnian air yang digunakan dalam proses penenunan dan pewarnaan sutra kiswah.

Proses pewarnaan kiswah dimulai setelah pelepasan lapisan lilin yang melapisi benang sutera.

Sutera kemudian dicelup dalam warna hitam dan hijau menggunakan bak air panas dan bahan kimia khusus yang dicampur dan ditimbang dalam takaran tertentu guna memastikan tingkat stabilitas warna yang diperlukan.

Sutera yang dicelup dalam warna hitam digunakan untuk tirai luar dan warna hijau untuk bagian dalam, seperti kain penutup kamar Nabi ﷺ.

Sebanyak 670 kilogram sutera alam dibutuhkan untuk membuat satu kiswah.

Benang sutera dan kapas yang dipakai untuk membuat kiswah harus melalui berbagai pengujian guna memastikan semua bahan tersebut memenuhi standar yang disyaratkan dalam hal kekuatan dan ketahanan terhadap erosi dan kondisi iklim.

Sementara itu, kain yang dipakai untuk kiswah ditenun dengan mesin Jacquard (tenun) canggih.

Mesin ini menenun sutera hitam sekaligus membordir ayat-ayat Al-Quran dan kalimat-kalimat suci menggunakan benang perak dan emas dalam waktu singkat.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here