
Drama berlanjut, DPR AS gagal pilih ketua baru

Ketua DPR AS belum berhasil dipilih saat proses pemilihan memasuki hari ketiga pada 5 Januari 2023, setelah anggota Kongres AS Kevin McCarthy dari California, pemimpin Partai Republik di DPR AS, gagal meraih suara yang diperlukan dalam dua putaran pemungutan suara.
Washington, AS (Xinhua) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) belum berhasil memilih ketua baru saat proses pemilihan memasuki hari ketiga pada Kamis (5/1).Anggota Kongres AS Kevin McCarthy dari California, pemimpin Partai Republik di DPR AS, gagal meraih suara yang diperlukan dalam dua putaran pemungutan suara berikutnya pada Kamis sore waktu setempat.Majelis Rendah dengan 435 kursi, di mana Partai Republik memiliki suara mayoritas tipis atas Demokrat, tidak dapat melakukan urusan legislatif apa pun sampai ada ketua terpilih.Kongres AS ke-118 menggelar sidang pada Selasa (3/1) dengan para senator yang baru terpilih dan yang kembali terpilih dilantik, sementara DPR telah mengadakan pemilihan ketua selama tiga hari.McCarthy mendapat dukungan dari mayoritas anggota Partai Republik di DPR AS serta mantan presiden AS Donald Trump, namun segelintir pihak garis keras telah menekannya untuk mendesentralisasikan kekuasaan ketua DPR.Ini kali pertama dalam 100 tahun ketua DPR AS, yang menjaga ketertiban, mengelola proses, serta mengatur pengelolaan urusan di Majelis Rendah, gagal dipilih pada pemungutan suara pertama.Seluruh anggota Partai Demokrat di DPR AS telah memilih Anggota Kongres Hakeem Jeffries, seorang anggota Partai Demokrat New York, untuk menjadi ketua dalam pemilihan tersebut.Meskipun kecil kemungkinannya bagi Jeffries meraih posisi itu, dia akan menjadi anggota parlemen Afrika-Amerika pertama yang memimpin sebuah partai di salah satu kamar Kongres AS.Partai Republik menguasai DPR AS dalam pemilihan paruh waktu 2022 sementara Partai Demokrat menguasai kursi mayoritas di Senat.Presiden AS Joe Biden pada Rabu (4/1) mengatakan bahwa tidak memiliki Kongres, badan legislatif pemerintah federal, yang dapat berfungsi penuh adalah suatu hal yang "memalukan bagi negara."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kegiatan pertukaran budaya dalam kerja sama BRICS digelar di Afsel
Indonesia
•
24 Aug 2023

Feature – Warga Lebanon Selatan berjuang bangun kembali kehidupan di bawah bayang-bayang serangan Israel
Indonesia
•
24 Sep 2025

Saudi beri perhatian pada hak-hak perempuan
Indonesia
•
13 Nov 2019

Sekjen PBB desak gencatan senjata di Gaza serta aksi terkait perubahan iklim dan AI
Indonesia
•
18 Jan 2024


Berita Terbaru

‘Shutdown’ picu kekurangan staf, waktu tunggu di bandara AS tembus 4 jam
Indonesia
•
27 Mar 2026

PBB: Lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tingkat kepuasan terhadap Trump capai titik terendah di tengah lonjakan harga bbm dan penolakan perang Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026
