
Ketua DPD RI harapkan kemitraan Indonesia-China perkuat pembangunan jangka panjang

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan pidato dalam sebuah acara 'open house' yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar China di Indonesia pada 15 Juli 2026. (Xinhua/Zhang Yisheng)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin pada Rabu (15/7) mengatakan di Jakarta bahwa modernisasi China berdampak positif terhadap modernisasi Indonesia dan negara-negara lain di kawasan itu.
Najamudin menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara open house yang digelar oleh Kedutaan Besar China di Indonesia.
Mengusung tema ‘Modernisasi China: Jawaban atas 105 Tahun Perjuangan’ (Chinese Modernization: The Answer of 105 Years of Endeavor), acara tersebut dihadiri oleh hampir 400 perwakilan dari berbagai sektor, termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Ahmad Muzani.
"Saya menyukai tajuk acara open house ini: modernisasi China. Ini adalah modernisasi dengan karakteristik China. Ini merupakan bentuk modernisasi sosialis yang disesuaikan dengan nilai-nilai dan kondisi China, bukan sekadar meniru model modernisasi dari tempat lain," ujarnya.
"Pelajaran penting yang kami peroleh dari modernisasi China adalah bahwa setiap bangsa memiliki sejarahnya sendiri yang khas. Sebuah bangsa tidak boleh dipaksa untuk meniru model pembangunan bangsa lain, juga tidak boleh dipaksa atau didikte untuk menerapkan strategi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan warisan kebijakannya sendiri," tambah Najamudin.
Najamudin menekankan bahwa Indonesia memandang China sebagai "mitra terpercaya," dan kedua negara akan bersama-sama berupaya mewujudkan kemakmuran bersama dalam jangka panjang.
Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan bahwa China sedang memajukan modernisasi China, sementara Indonesia sedang berupaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan China-Indonesia terus mempertahankan momentum yang kuat, kata Wang, seraya menyebutkan bahwa Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah menjadi proyek unggulan dalam kerja sama bilateral.
Kedua negara juga terus meraih hasil yang bermanfaat di berbagai bidang seperti infrastruktur, kawasan industri, ekonomi digital, pembangunan hijau, pertanian, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat, ujar Wang.
Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) siap memperkuat pertukaran dengan pemerintah dan partai-partai politik Indonesia, serta memperdalam dialog mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama, termasuk tata kelola negara, pengentasan kemiskinan, tata kelola sosial, dan pembangunan partai politik, imbuh Wang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

BPS catat jumlah kunjungan wisman melonjak hingga 1.973,6 persen pada Juni
Indonesia
•
01 Aug 2022

Indonesia kuatkan komitmen menggunakan energi bersih kurangi emisi CO2
Indonesia
•
18 Nov 2020

Presiden minta APBN difokuskan untuk penurunan kemiskinan
Indonesia
•
16 Jan 2023

Obituari - Wapres RI ke-9, Hamzah Haz, wafat pagi ini
Indonesia
•
24 Jul 2024


Berita Terbaru

Feature – Kado kemerdekaan dari alam, elang Jawa kembali menetas di Taman Safari Indonesia
Indonesia
•
17 Aug 2026

Hampir 5.000 peserta padati Gempita Merdeka Indonesia Fair 2026 di Beijing
Indonesia
•
17 Aug 2026

47 warga meninggal akibat gempa M7.7 NTT hingga 15 Agustus
Indonesia
•
16 Aug 2026

Korban meninggal dunia akibat gempa M7.7 NTT jadi 53 orang hingga 16 Agustus sore
Indonesia
•
16 Aug 2026
