
NYP: Pengacara peringatkan dampak kereta tergelincir di Ohio picu "ledakan kanker"

Tangkapan layar dari video yang dirilis oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) Amerika Serikat (AS) ini menunjukkan lokasi tergelincirnya sebuah kereta barang di East Palestine, Ohio, AS. (Xinhua/NTSB)
Kereta barang Norfolk Southern yang tergelincir di Desa East Palestine, Ohio, pada 3 Februari lalu saat membawa bahan kimia beracun vinil klorida, dikhawatirkan menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang bagi penduduk setempat.
New York City, AS (Xinhua) – Warga di East Palestine layak khawatir terhadap insiden tergelincirnya kereta beracun yang mengguncang kota kecil di Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat (AS), itu karena ini sama saja dengan "ledakan kanker yang sedang menunggu waktu untuk meletus," kata Michael Barasch, pengacara yang mewakili para korban insiden 11 September yang menderita penyakit kepada surat kabar New York Post (NYP) pada Rabu (22/2).Pengacara itu menyampaikan peringatan mengerikan tersebut setelah insiden tergelincirnya kereta barang Norfolk Southern di East Palestine pada 3 Februari lalu membuat penduduk setempat terpapar sejumlah besar tumpahan material berbahaya, memicu kekhawatiran terkait keamanan udara dan air minum."Anda seharusnya khawatir, sangat khawatir," kata Barasch mengenai potensi risiko kesehatan yang menanti di masa depan. "Ini sama saja dengan ledakan kanker yang sedang menunggu waktu untuk meletus. Dan Anda tidak akan melihatnya dalam beberapa tahun, terkadang dalam 5, 10, 20 tahun. Ini hal yang menakutkan."Pengacara yang firma hukumnya mewakili puluhan ribu korban insiden 11 September itu, termasuk sejumlah besar korban yang didiagnosis menderita kanker bertahun-tahun setelah menghirup debu beracun di Ground Zero, mengatakan dia tidak percaya pada jaminan Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) AS bahwa udara dan air minum sudah kembali aman setelah kebocoran zat beracun itu."Saya bergidik ketika EPA memberi tahu penduduk East Palestine bahwa udara di lokasi kejadian sudah aman untuk dihirup," kata Barasch. "Ini sama persis dengan apa yang dikatakan Administrator EPA Christine Todd Whitman kepada warga pusat kota New York (setelah insiden 11 September). Itu (udara di lokasi insiden) sama sekali tidak aman.""Jika ada pelajaran yang dapat dipetik dari serangan World Trade Center, itu adalah bahwa insiden 11 September tidak berakhir pada 11 September itu," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China rilis daftar kandidat istilah populer dalam bahasa Mandarin tahun 2023
Indonesia
•
22 Nov 2023

WFP peringatkan kekeringan picu kerawanan pangan dan malnutrisi akut di Tanduk Afrika
Indonesia
•
24 Nov 2022

COVID-19 – AS catat sekitar 26.000 kasus infeksi pada anak setiap pekan
Indonesia
•
18 Jan 2023

Wanita Filipina melahirkan dalam penerbangan, 7 pekan lebih awal
Indonesia
•
19 Jun 2022


Berita Terbaru

Sekolah di seberang sungai, 7 ‘bus sekolah air’ gratis antar ratusan murid setiap hari
Indonesia
•
03 Sep 2026

2.000 tahun hubungan China-Mesir: Dari Jalur Sutra hingga penggalian arkeologi bersama
Indonesia
•
03 Sep 2026

40.000 warga sipil tewas, 77.000 terluka dalam konflik Afghanistan selama 12 tahun
Indonesia
•
03 Sep 2026

Dari Mobile Legends ke China: 50 tim bertarung di Konsul Jenderal China Cup Jatim 2026
Indonesia
•
02 Sep 2026
