
Fokus Berita – Komunitas industri dan perdagangan China desak AS setop naikkan tarif barang China

Para pengunjung menyaksikan demo stasiun penukaran baterai merek China NIO dalam ajang Pameran Otomotif Internasional Beijing (Beijing International Automotive Exhibition) 2024 di Beijing, China, pada 30 April 2024. (Xinhua/Zhang Chenlin)
Kenaikan tarif tambahan lebih lanjut oleh Amerika Serikat terhadap beberapa barang China menyebabkan tarif impor kendaraan listrik China naik hingga 100 persen pada tahun ini.
Beijing, China (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) harus dengan sungguh-sungguh mematuhi peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan segera menghentikan kenaikan tarif tambahan lebih lanjut terhadap beberapa barang China, demikian disampaikan juru bicara Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT).Selain tarif yang ada berdasarkan Pasal 301, AS pada Selasa (14/5) memutuskan untuk menaikkan tarif tambahan atas impor beberapa produk China termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV), baterai lithium-ion, sel surya, mineral penting, semikonduktor, baja, aluminium, dan crane."Komunitas industri dan perdagangan China dengan tegas menentang tindakan AS ini," kata juru bicara tersebut.Atas nama komunitas industri dan perdagangan China, CCPIT dan Kamar Dagang Internasional China telah meminta AS untuk dengan sungguh-sungguh mematuhi peraturan WTO dan segera mencabut kenaikan tarif ini.Mereka mendorong komunitas industri dan perdagangan di kedua belah pihak untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama, bersama-sama menjaga stabilitas dan kelancaran operasional rantai industri dan pasokan, serta berupaya mempercepat pemulihan ekonomi dunia.Sejumlah industri di China, di antaranya industri kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan sel surya, telah menyuntikkan dorongan kuat ke dalam upaya konservasi energi global, meningkatkan upaya pengurangan emisi, serta mendorong inovasi dan pembangunan ramah lingkungan melalui inovasi teknologi yang kontinu, partisipasi aktif dalam persaingan pasar, dan integrasi mendalam ke dalam rantai pasokan global, ujar juru bicara tersebut.Kantor Perwakilan Dagang AS telah mengabaikan peraturan WTO dan terus menyalahgunakan prosedur peninjauan tarif Pasal 301 untuk secara substansial menaikkan tarif pada beberapa produk yang diimpor dari China, ujar sang juru bicara, menyebutnya sebagai bentuk tipikal praktik unilateralisme dan proteksionisme perdagangan.Pada saat yang sama, AS memberikan subsidi dalam jumlah besar untuk kendaraan listrik, semikonduktor, dan industri-industri mereka lainnya, yang jelas-jelas melanggar prinsip ekonomi pasar dan aturan ekonomi juga perdagangan internasional, serta sangat merusak stabilitas dan keamanan rantai industri dan pasokan global, ungkap juru bicara itu.Pungutan tambahan ini akan menyebabkan tarif impor kendaraan listrik China naik hingga 100 persen pada tahun ini, sementara tarif impor sel surya akan meningkat menjadi 50 persen pada tahun ini. Selain itu, tarif terhadap produk baja dan aluminium tertentu dari China akan naik hingga 25 persen pada tahun ini, dan tarif semikonduktor akan melonjak hingga 50 persen per 2025 nanti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Cadangan devisa Desember 2021 tercatat 144,9 miliar dolar AS
Indonesia
•
07 Jan 2022

Inflasi tahunan zona euro turun jadi 9,2 persen berkat harga energi yang lebih rendah
Indonesia
•
07 Jan 2023

"Kita berada di perahu yang sama": Xi Jinping dorong kerja sama G20 di dunia yang penuh ketidakpastian
Indonesia
•
22 Nov 2024

Fokus Berita – Perekonomian zona euro terus pulih, meski dibayangi ketidakpastian
Indonesia
•
01 Aug 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
