Akademisi Kamboja sebut RCEP dan BRI berkontribusi bagi pemulihan ekonomi global

Foto dari udara yang diabadikan pada 24 Juni 2022 ini menunjukkan proyek Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville di Provinsi Kampong Speu, Kamboja. (Xinhua/Li Zhen)
Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) mencakup 2,3 miliar orang atau 30 persen dari populasi dunia, menyumbangkan 25,8 triliun dolar AS atau sekitar 30 persen dari Produk Domestik Bruto global, dan menyumbang 12,7 triliun dolar AS atau lebih dari seperempat perdagangan barang dan jasa global.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) merupakan kontributor bagi upaya pemulihan ekonomi regional maupun global, kata sejumlah akademisi di Phnom Penh, Kamboja, pada Selasa (20/12).Mulai berlaku pada awal tahun ini, RCEP beranggotakan 15 negara Asia-Pasifik, termasuk 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) dan lima mitra dagang mereka, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.Berbicara pada konferensi internasional tahunan ke-17 tentang ‘Tatanan Dunia Baru: Persaingan, Integrasi, dan Multipolaritas’ (New World Order: Competition, Integration and Multipolarity), ekonom senior Ky Sereyvath, yang juga menjabat Direktur Jenderal Institut Kajian China di Akademi Kerajaan Kamboja, mengatakan RCEP menyediakan akses pasar yang lebih besar untuk semua negara peserta dengan tarif preferensial.Dia mengatakan, RCEP mendorong kerja sama regional yang lebih besar dalam perdagangan dan investasi, serta memudahkan pergerakan lintas perbatasan."Kesepakatan perdagangan regional ini membuat pasar tetap terbuka, memperkuat integrasi ekonomi regional, mendukung sistem perdagangan yang terbuka, bebas, adil, dan inklusif, serta pada akhirnya, berkontribusi pada upaya pemulihan global," ujarnya."Kesepakatan ini membantu menciptakan peluang bisnis dan lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasokan di kawasan tersebut, serta mendorong partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai nilai regional dan pusat produksi," imbuh Sereyvath.
Sebuah truk keluar dari Pelabuhan Darat Hong Leng Huor di pinggiran barat Phnom Penh, Kamboja, pada 13 Januari 2022. (Xinhua/Phearum)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Minyak turun di Asia setelah Aramco katakan siap tingkatkan produksi
Indonesia
•
15 Aug 2022

Harga minyak anjlok, dipicu naiknya stok bensin AS dan suku bunga bank sentral Eropa
Indonesia
•
22 Jul 2022

PM Kamboja sebut perkembangan China sangat untungkan ASEAN
Indonesia
•
20 Dec 2022

China beli lebih banyak minyak mentah Rusia
Indonesia
•
12 Jan 2023
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
