
BRI China berikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Kamboja

Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Juli 2022 ini menunjukkan pintu masuk Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (Sihanoukville Special Economic Zone/SSEZ) di Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja. (Xinhua/SSEZ)
Pertumbuhan ekonomi Kamboja mendapat dorongan kuat dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang diusulkan China, dengan membantu mengembangkan banyak proyek infrastruktur di negara Asia Tenggara itu seperti Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville, Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Sihanoukville, dan Bandar Udara Internasional Angkor Siem Reap.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang diusulkan China memberikan kontribusi sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kamboja, demikian disampaikan Penasihat Senior Pemerintah Kamboja Sok Siphana pada Rabu (23/11).Berbicara pada Forum Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Kamboja kedua melalui tautan video, Siphana mengatakan bahwa Kamboja membangun sinergi yang baik dengan BRI, yang membantu mengembangkan banyak proyek infrastruktur di negara Asia Tenggara itu seperti Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville, Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Sihanoukville, dan Bandar Udara Internasional Angkor Siem Reap."Dalam hal memperkuat rantai industri dan pasokan antara kedua negara, Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (Sihanoukville Special Economic Zone/SSEZ) yang multiguna tentu akan memperdalam kerja sama kami dalam kapasitas produksi dan membantu mempercepat pengembangan bauran industri modern Kamboja," tambahnya.Siphana, yang juga menjabat sebagai ketua dewan direktur wadah pemikir (think tank) independen Asian Vision Institute yang berbasis di Phnom Penh, mengatakan bahwa Kamboja dan China menjalin ikatan yang sangat kuat selama masa-masa suka maupun duka dalam beberapa dekade terakhir."Tiga tahun terakhir sejak pandemi COVID-19 tentu saja merupakan momen ujian yang sebenarnya dari hubungan kita," ungkapnya. "Ke depannya, saya percaya bahwa kerja sama kita akan terus berkembang dan menghasilkan manfaat lebih nyata dalam hal perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran yang lebih tahan lama bagi kedua negara dan kawasan secara umum."
Foto dari udara yang diabadikan pada 28 Oktober 2022 ini menunjukkan Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville (PPSHV) di Provinsi Kampong Speu, Kamboja. (Xinhua/Jalan Tol PPSHV)
Foto yang diabadikan pada 3 April 2022 ini menunjukkan struktur baja Bandar Udara Internasional Angkor Siem Reap yang diinvestasikan China di Distrik Sotr Nikum, sekitar 40 kilometer dari Taman Arkeologi Angkor yang terdaftar di UNESCO dan 50 kilometer dari ibu kota provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/Ly Lay)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

SUV listrik China masuki pasar Yunani
Indonesia
•
01 Feb 2024

Studi ke AS, pusat pembibitan domba premium IPB adopsi teknologi Omics
Indonesia
•
20 Nov 2024

Disparitas pendapatan di Korea Selatan melebar pada 2021
Indonesia
•
02 Dec 2022

General Motors laporkan kinerja yang kuat pada 2022
Indonesia
•
01 Feb 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
