
Tak hiraukan serangan udara AS-Inggris, Houthi Yaman bersumpah tingkatkan serangan pada Israel

Warga Yaman berpartisipasi dalam sebuah unjuk rasa di Sanaa, Yaman, pada 12 Januari 2024. Ribuan pendukung kelompok pemberontak Houthi Yaman menggelar unjuk rasa di Sanaa pada Jumat (12/1) untuk memprotes serangan udara balasan gabungan AS-Inggris terhadap kamp-kamp milik kelompok tersebut. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Sabtu (13/1) mengatakan bahwa serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di kamp-kamp mereka belum lama ini tidak akan menghalangi mereka untuk melanjutkan serangan terhadap Israel, dan bersumpah akan segera melancarkan lebih banyak serangan.
Sanaa, Yaman (Xinhua) – Kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Sabtu (13/1) mengatakan bahwa serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di kamp-kamp mereka belum lama ini tidak akan menghalangi mereka untuk melanjutkan serangan terhadap Israel, dan bersumpah akan segera melancarkan lebih banyak serangan.Dalam sebuah pernyataan, kelompok pemberontak tersebut, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa dan kota pelabuhan strategis Laut Merah, Hodeidah, mengecam serangan udara itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan "agresi terang-terangan" untuk mendukung Israel.Kelompok Houthi bersumpah akan melanjutkan operasi militernya terhadap "musuh Israel" dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita milik pemerintah, Saba.
Foto hasil tangkapan layar yang diabadikan pada 12 Januari 2024 ini menunjukkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang memberikan pernyataan. Menurut pernyataan Sarea, pasukan Amerika dan Inggris melancarkan "agresi brutal", dengan 73 serangan yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa, serta provinsi Hodeidah, Taiz, Hajjah, dan Saada. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penyelidikan diperluas, tersangka perampokan di Museum Louvre bertambah 2 orang
Indonesia
•
03 Nov 2025

Tepi Barat lumpuh saat warga Palestina gelar aksi mogok massal
Indonesia
•
12 Dec 2023

Jaringan transplantasi organ ilegal terbongkar di Turki
Indonesia
•
13 Dec 2021

1 juta orang di Kamboja masih terancam oleh ranjau darat
Indonesia
•
24 Feb 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
