Feature – Pertama lahir di Indonesia, Taman Safari kenalkan bayi panda raksasa ke publik

Foto menunjukkan Istana Panda di Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada 7 November 2025. (Xinhua/Zulkarnain)
Kelahiran bayi panda bernama Satrio Wiratama menandai tonggak sejarah bagi konservasi satwa liar di Indonesia, dan hubungan yang semakin erat antara China dan Indonesia.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – "Saya tidak menyangka akan ada bayi panda di dalam," ujar Rina (32), seorang pengunjung asal Jakarta, pada Selasa (6/1), setelah mengetahui bahwa seekor bayi panda raksasa telah lahir di Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.Dia adalah satu dari ratusan pengunjung yang datang ke kebun binatang tersebut untuk melihat panda raksasa, tanpa menyadari bahwa Istana Panda di Taman Safari Indonesia secara resmi memperkenalkan bayi panda raksasa pertama di Indonesia, yang lahir pada 27 November 2025, setelah upaya konservasi intensif dan kerja sama internasional selama bertahun-tahun."Saya sangat senang," ujar Rina. "Seekor bayi panda yang lahir di Indonesia membuat kami merasa bangga."Kelahiran bayi panda tersebut menandai tonggak sejarah tidak hanya bagi konservasi satwa liar di Indonesia, tetapi juga bagi hubungan yang semakin erat antara China dan Indonesia, dengan bayi panda itu secara luas dianggap sebagai simbol persahabatan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama untuk perlindungan ekologi.Bayi panda itu, yang secara resmi diperkenalkan pada Selasa, hari ke-40 sejak kelahirannya, diberi nama Satrio Wiratama, sebuah nama yang kaya akan makna budaya dan moral. Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa nama tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur yang mengakar kuat dalam tradisi Indonesia."Ini adalah hari ke-40, dan dia telah diberi nama yang sangat indah, Satrio Wiratama, yang berarti ksatria yang gagah berani dan terhormat serta berbudi luhur," ujar sang menteri."Kelahiran panda ini tidak hanya menandai kelahiran hewan yang penting, tetapi juga merupakan simbol hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan China," tambahnya.Perjalanan menuju kelahiran panda itu begitu panjang dan penuh tantangan. Menurut Raja Juli, para ilmuwan melakukan empat percobaan perkawinan alami sebelum beralih ke teknologi reproduksi berbantuan."Ada empat upaya perkawinan alami, lalu kami melakukan inseminasi buatan. Akhirnya, pada 27 November, Rio lahir," katanya, menggunakan nama panggilan bayi panda tersebut."Kelahiran bayi panda raksasa ini merupakan simbol persahabatan yang mendalam antara China dan Indonesia. Panda ini membawa aspirasi bersama kita untuk perdamaian, persahabatan, dan kerja sama, serta menjadi contoh keberhasilan dari kerja sama bilateral," ujar Wang Lutong, duta besar China untuk Indonesia.Jansen Manansang, pendiri Taman Safari Indonesia, menekankan besarnya signifikansi program panda."Panda adalah simbol harmoni, perdamaian, dan persahabatan," ujarnya. "Ini adalah simbol keberhasilan konservasi di Indonesia."Dia mengatakan bahwa kerja sama panda lebih dari sekadar perawatan hewan. "Hal ini memperdalam kerja sama ekonomi, membangun jaringan perlindungan keanekaragaman hayati, mendorong integrasi lintas budaya, memperkuat penelitian dan teknologi ekologi, serta membangun kepercayaan lintas budaya," ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Australia luncurkan strategi autisme nasional pertama
Indonesia
•
15 Jan 2025

UNAIDS laporkan 630.000 kematian terkait AIDS pada 2023
Indonesia
•
28 Nov 2024

PBB: Puluhan ribu pengungsi Palestina tak punya tempat berlindung di Rafah
Indonesia
•
10 Dec 2023

Siswa Insantama soroti laut dalam kompetisi nasional
Indonesia
•
22 Feb 2020
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
