Kekerasan pecah setelah pasukan India ‘salah’ membunuh warga sipil

Kekerasan pecah setelah pasukan India 'salah' membunuh warga sipil
Ilustrasi. (MIH83 on Pixabay)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) – Seorang pengunjuk rasa tewas di Distrik Mon di negara bagian Nagaland setelah pasukan keamanan India menembaki orang-orang yang berdemonstrasi menentang pembunuhan 13 warga sipil sehari sebelumnya di negara bagian timur laut itu.

Kekerasan baru meletus pada hari Ahad (5/12), setelah kerumunan besar orang berbaris ke sebuah kamp pasukan keamanan di Kota Mon dan mulai merusak dan membakar gedung-gedung, kata seorang pejabat pemerintah negara bagian.

Sebuah tim investigasi khusus yang terdiri dari lima petugas polisi telah dibentuk di bawah pengawasan Tamgadge. “Sudah ditugasi untuk mengusut kasus ini dalam waktu satu bulan,” katanya.

Korps Tombak Angkatan Darat India mengatakan pihaknya menyesali insiden itu dan akibatnya.

“Penyebab hilangnya nyawa yang malang itu sedang diselidiki di tingkat tertinggi dan tindakan yang tepat akan diambil sesuai hukum,” kata pernyataan itu.

Setidaknya satu tentara tewas dalam insiden itu, kata pernyataan dari Spear Corps. Sementara itu, 11 warga sipil lainnya terluka dalam insiden itu, kata pihak berwenang India.

“Empat personel yang terluka dievakuasi ke Dimapur (ibu kota Nagaland). Lima dari mereka berada di rumah sakit sipil di Mon, sementara dua dirawat di Dibrugarh (di negara tetangga Assam),” kata Abhijeet Sinha, Sekretaris Dalam Negeri Nagaland.

Menurut akun lokal, insiden itu terjadi pada Sabtu malam (4/12) ketika pasukan keamanan diduga menembaki sebuah truk pick-up yang membawa pekerja yang kembali ke Oting dari tambang batu bara di Tiru Hilir, kurang dari 10 kilometer jauhnya.

Distrik Mon berada di rute yang sering dikunjungi oleh berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di daerah tersebut, menurut pejabat polisi.

Khheatwang Konyak, seorang warga dari Oting mengatakan orang-orang mendengar suara tembakan. “Beberapa jam kemudian, ketika anak-anak itu tidak kembali ke rumah, kami berangkat untuk mencari mereka,” katanya kepada Al-Jazeera.

Tak jauh dari desa, warga mengaku menemukan mayat di dalam mobil pick up milik aparat keamanan.

Saat emosi memuncak, kerumunan orang membakar tiga kendaraan. Penduduk setempat menuduh personel pasukan keamanan melepaskan tembakan lagi di tengah bentrokan.

Sumber: Al-Jazeera

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here