
IOM sebut perubahan iklim picu pengungsian warga di kawasan Tanduk Afrika

Para pengungsi menunggu distribusi makanan dari LSM setempat di Distrik Baidoa, Somalia, pada 20 Januari 2023. (Xinhua/Abdi)
Keadaan darurat iklim, termasuk kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, yang meningkat di kawasan Tanduk Afrika memaksa warga sipil untuk bermigrasi, dengan lebih dari dua juta orang di Djibouti, Ethiopia, dan Somalia mengungsi secara internal di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Nairobi, Kenya (Xinhua) – Keadaan darurat iklim, termasuk kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, yang meningkat di kawasan Tanduk Afrika memaksa warga sipil untuk bermigrasi, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Rabu (15/3).Lebih dari dua juta orang di Djibouti, Ethiopia, dan Somalia mengungsi secara internal di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, kata IOM dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Nairobi, ibu kota Kenya, mengutip statistik dari sejumlah badan kemanusiaan.Wakil Direktur Regional IOM untuk Afrika Timur dan Tanduk Afrika Justin McDermott mengatakan bahwa mengatasi krisis iklim akan membantu upaya menstabilkan mobilitas manusia, perdamaian, dan pertumbuhan hijau.
Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2023 ini menunjukkan vegetasi yang layu di Kajiado County, Kenya. (Xinhua/Li Yahui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gelombang panas tak berkesudahan terus melanda AS
Indonesia
•
21 Jul 2023

Haji1441 - Jumlah jamaah haji tak lebih dari 10 ribu orang
Indonesia
•
23 Jun 2020

Warga konfrontasi perusahaan kereta atas insiden kereta tergelincir dan polusi di Ohio, AS
Indonesia
•
04 Mar 2023

Laporan UNHCR ungkap pengungsian paksa secara global tembus rekor 120 juta orang
Indonesia
•
15 Jun 2024


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
