
Feature – Industri fotovoltaik ciptakan manfaat ekologi dan ekonomi di gurun China barat laut

Foto dari udara yang diabadikan pada 18 Februari 2023 ini menunjukkan proyek pembangkit listrik tenaga fotovoltaik (photovoltaic/PV) di Distrik Liangzhou, Wuwei, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Fan Peishen)
Kawasan demonstrasi fotovoltaik Jiuduntan di China barat laut memiliki deretan panel surya membentang seperti pita di jantung Gurun Tengger, dengan tanaman gurun yang tumbuh subur di bagian bawahnya.
Lanzhou, China (Xinhua) – Di kawasan demonstrasi fotovoltaik Jiuduntan di China barat laut, deretan panel surya membentang seperti pita di jantung Gurun Tengger. Di bawah panel-panel ini, terdapat tanaman gurun yang tumbuh subur.Terletak di Distrik Liangzhou di Kota Wuwei, Provinsi Gansu, proyek ini adalah contoh upaya untuk memerangi penggurunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.Dengan rencana area seluas lebih dari 33.000 hektare, lebih dari selusin perusahaan telah menempati area itu, dengan kapasitas terpasang sebesar 2,2 juta kilowatt, yang 1,5 juta kilowatt di antaranya telah terhubung ke jaringan listrik."Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya bisa mencari nafkah di gurun," kata Qin Zhaoping, seorang petani lokal dari Hengliang, yang kini bekerja untuk sebuah perusahaan di kawasan demonstrasi tersebut. Pekerjaannya meliputi pemeliharaan sistem irigasi di bawah panel surya dan perawatan tanaman gurun."Pengembangan industri fotovoltaik, bersamaan dengan pengendalian gurun, menguntungkan generasi mendatang," kata Qin, seraya menambahkan bahwa proyek tersebut tidak hanya menghasilkan listrik dan menstabilkan pasir, tetapi juga mendongkrak tingkat pendapatan setempat.Untuk mendukung proyek ini, sejumlah departemen dan perusahaan terkait juga berpartisipasi dalam upaya irigasi tersebut."Memproduksi listrik di atas panel dan membudidayakan tanaman gurun di bawahnya menghasilkan manfaat ganda, yaitu pemanfaatan sumber daya surya yang efisien dan stabilisasi gurun," tutur Zhang Kewei, yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan demonstrasi itu.Saat ini, luas area vegetasi gurun di dalam kawasan tersebut mencapai sekitar 3.200 hektare.Menurut para peneliti, tanaman gurun yang dibudidayakan di bawah panel surya di kawasan demonstrasi itu dapat dipanen untuk pakan ternak setelah pertumbuhan selama tiga tahun, dan ada pula rencana untuk memperkenalkan industri peternakan unggas di area yang sama dalam beberapa tahun ke depan.Bulan lalu, Administrasi Energi Nasional China dan Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China merilis pemberitahuan yang mempromosikan pengembangan proyek pengendalian pasir fotovoltaik.Inisiatif ini memungkinkan integrasi pengembangan fotovoltaik dengan metode pengendalian pasir tradisional di daerah seperti Mongolia Dalam, Gansu, Ningxia, Shaanxi, dan Qinghai. Dengan memprioritaskan perlindungan ekologi, proyek-proyek ini dirancang untuk diimplementasikan secara ilmiah, mendukung terciptanya sistem energi baru yang bersih, rendah karbon, aman, dan efisien sekaligus memajukan pengendalian penggurunan berkualitas tinggi.Zhang Xuchen, Direktur Departemen Kehutanan dan Padang Rumput Provinsi Gansu, mengatakan bahwa di masa mendatang, Kota Wuwei berencana untuk membantu petani setempat mengembangkan sejumlah industri seperti budi daya rumput pakan ternak, penanaman vegetasi gurun, dan peternakan unggas. Pendekatan ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial dari integrasi industri fotovoltaik dengan upaya pengendalian pasir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taikonaut Shenzhou-15 rampungkan ‘spacewalk’ keempat, catat rekor domestik China
Indonesia
•
17 Apr 2023

Sejumlah mural dalam kondisi baik ditemukan di sebuah makam China berusia ribuan tahun
Indonesia
•
07 Jun 2024

Tim ilmuwan China usulkan strategi baru untuk obati penyakit peradangan usus
Indonesia
•
14 Mar 2023

Ilmuwan kembangkan sistem penglihatan dengan kemampuan AI yang terinspirasi dari mata serangga
Indonesia
•
26 May 2025


Berita Terbaru

Feature – Mengapa Indonesia tak pernah menemukan dinosaurus? Pameran ini ungkap alasannya
Indonesia
•
26 Jul 2026

Ilmuwan China berhasil kloning padi hibrida, tak perlu benih baru setiap tahun
Indonesia
•
26 Jul 2026

Teknologi satelit China melesat, citra Bumi kini bisa dikirim hanya dalam waktu 1,5 jam
Indonesia
•
24 Jul 2026

Feature – Paus sperma berkomunikasi seperti kode morse, ilmuwan temukan 'bahasa' uniknya
Indonesia
•
24 Jul 2026
