
Memasuki musim berkembang biak, kawanan antelop Tibet memulai migrasi tahunan

Antelop Tibet jantan menjaga antelop betina saat mereka melakukan migrasi ke tempat antelop betina akan melahirkan di Cagar Alam Nasional Qiangtang di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 12 Juni 2024. (Xinhua/Tenzing Nima Qadhup)
Kawanan antelop Tibet betina yang sedang hamil memulai migrasi tahunan mereka ke jantung Cagar Alam Nasional Hoh Xil di China barat laut untuk melahirkan.
Xining, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kawanan antelop Tibet betina yang sedang hamil memulai migrasi tahunan mereka ke jantung Cagar Alam Nasional Hoh Xil di China barat laut untuk melahirkan, menurut sejumlah sumber setempat di cagar alam tersebut pada Ahad (4/5).Kelompok pertama yang terdiri dari 65 ekor antelop Tibet terlihat menyeberangi Jalan Raya Qinghai-Xizang pada Ahad, dan bergerak ke Danau Zonag di pusat Hoh Xil.Menurut biro keamanan publik cagar alam tersebut, sejumlah langkah di sepanjang rute migrasi, termasuk pengaturan lalu lintas sementara dan larangan membunyikan klakson, akan diterapkan demi memastikan kawanan antelop mencapai lokasi mereka berkembang biak.Setiap tahun, puluhan ribu antelop Tibet yang sedang hamil akan bermigrasi ke Hoh Xil pada Mei untuk melahirkan. Kawanan tersebut akan kembali bersama bayi-bayi antelop sekitar Agustus.Di bawah perlindungan negara kelas satu di China, spesies yang dahulu terancam punah itu sebagian besar ditemukan di Daerah Otonom Xizang, Provinsi Qinghai, dan Daerah Otonom Uighur Xinjiang.Berkat larangan keras terhadap perburuan ilegal dan upaya untuk meningkatkan habitat mereka, populasi antelop Tibet kini kembali mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya hanya kurang dari 20.000 ekor pada akhir 1980-an menjadi lebih dari 70.000 ekor saat ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia ajukan pendaftaran vaksin semprot hidung
Indonesia
•
19 Mar 2022

China rampungkan perakitan modul inti dari reaktor nuklir kecil
Indonesia
•
11 Aug 2023

Studi: Vitamin D3 lebih baik daripada vitamin D2
Indonesia
•
01 Mar 2022

COVID-19 – Vaksin semprot hidung AstraZeneca tunjukkan sedikit harapan dalam uji coba awal
Indonesia
•
11 Oct 2022


Berita Terbaru

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026

Rusia targetkan pembangunan PLTN di Bulan dalam 5-7 tahun
Indonesia
•
20 Mar 2026

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026
