Banner

WSJ: Tingkat kematian anak-anak di AS naik ke level tertinggi dalam 15 tahun

Massa memajang foto para korban kekerasan senjata api saat berpawai menuju gedung Capitol dalam aksi unjuk rasa mendesak pengesahan larangan senjata serbu, di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 17 April 2023. Empat orang tewas dan sedikitnya 28 lainnya luka-luka dalam insiden penembakan di sebuah pesta ulang tahun pada Sabtu (15/4/2023) malam waktu setempat di kota kecil Dadeville, Alabama, AS, kata pihak berwenang pada Ahad (16/4/2023). Insiden itu membawa AS ke tonggak suram dengan lebih dari 160 penembakan massal sejauh ini sejak awal tahun 2023, dengan jumlah kematian akibat akibat kekerasan senjata api mencapai 12.277 jiwa, menurut basis data yang dijalankan kelompok riset nonprofit Gun Violence Archive. (Xinhua/Aaron Schwartz)

Kasus bunuh diri di kalangan warga Amerika Serikat berusia 10 hingga 19 tahun mulai meningkat pada 2007, sementara tingkat pembunuhan terhadap kelompok usia tersebut mulai meningkat pada 2013.

 

New York City, AS (Xinhua) – Dalam kemunduran yang mengkhawatirkan, tingkat kematian anak-anak di Amerika Serikat (AS) meningkat ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun, terutama didorong oleh pembunuhan, overdosis obat-obatan, kecelakaan mobil, dan bunuh diri, menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (17/5).

Selama periode 2019 hingga 2020, tingkat kematian keseluruhan untuk warga berusia 1 hingga 19 tahun di AS naik 10,7 persen dan meningkat 8,3 persen lagi pada tahun berikutnya, menurut analisis statistik kematian federal yang dipimpin oleh Steven Woolf, direktur emeritus dari Pusat Masyarakat dan Kesehatan (Center on Society and Health) di Virginia Commonwealth University, yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) pada Maret lalu.

Angka tersebut merupakan peningkatan tertinggi selama dua tahun berturut-turut dalam setengah abad terakhir sejak pemerintah federal mulai secara terbuka melacak angka-angka tersebut, menurut analisis Woolf.

COVID-19 yang melonjak menjadi penyebab kematian nomor tiga di negara itu selama pandemik, hanya menyumbang sepersepuluh dari peningkatan kematian di kalangan kaum muda pada 2020, dan seperlimanya pada 2021, menurut penelitian tersebut.

Akses yang lebih besar terhadap senjata api, berkendara secara berbahaya, dan narkotika yang lebih mematikan juga turut memicu kenaikan angka kematian, kata para peneliti.

Kasus bunuh diri di kalangan warga AS berusia 10 hingga 19 tahun mulai meningkat pada 2007, sementara tingkat pembunuhan terhadap kelompok usia tersebut mulai meningkat pada 2013, menurut penelitian di JAMA.

Hingga taraf tertentu, meningkatnya angka kematian kaum muda AS mencerminkan tren pada populasi orang dewasa. Peningkatan angka kematian pada kelompok orang kulit putih AS berusia paruh baya mulai terjadi pada 1999, ungkap laporan itu.

AS menjadi satu-satunya negara di antara negara-negara maju dengan senjata api menjadi penyebab kematian nomor satu di kalangan kaum muda.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan