
Kanselir Jerman tegaskan Eropa mitra AS, bukan bawahan

Kanselir Jerman Friedrich Merz berbicara dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi)
Trump menyepelekan peran negara-negara anggota dari Eropa di dalam NATO, dengan mengatakan bahwa pasukan koalisi Eropa dalam perang Afghanistan hanya berani di garis belakang.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Kamis (29/1) mengatakan bahwa meskipun tetap menjadi mitra dekat Amerika Serikat (AS), Eropa bukanlah kekuatan bawahan AS.
Dalam sebuah pernyataan pemerintah yang disampaikan kepada Bundestag, majelis rendah parlemen Jerman, Merz menekankan bahwa kepercayaan yang dibangun di dalam NATO tetap merupakan "jaminan terbaik untuk kebebasan, perdamaian, dan keamanan," tetapi "kami adalah mitra dan sekutu, bukan bawahan."
Mengingat keterlibatan Jerman bersama AS dalam perang di Afghanistan, Merz mengatakan bahwa 59 tentara Jerman gugur, dan lebih dari 100 lainnya luka-luka. Dia mengatakan tidak akan membiarkan kontribusi ini disepelekan.
Pernyataan Merz tersebut disampaikan di tengah kritik berulang dari Presiden AS Donald Trump, yang mempertanyakan peran militer Eropa dalam NATO dan menuduh sekutu-sekutu di Eropa terlalu bergantung pada pembelanjaan pertahanan AS.
Pekan lalu, dalam sebuah wawancara dengan Fox News di Davos, Swiss, Trump menyepelekan peran negara-negara anggota dari Eropa di dalam NATO, dengan mengatakan, "Kami tidak pernah membutuhkan mereka. Kami tidak pernah benar-benar meminta apa pun dari mereka. Anda tahu, mereka akan mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan sejumlah pasukan ke Afghanistan, atau ini atau itu. Dan mereka memang melakukannya – mereka berada agak di belakang, sedikit agak jauh dari garis depan." Pernyataan Trump tersebut menuai banyak kritik.
Merz juga menyoroti kemajuan terbaru dalam hubungan ekonomi, dengan mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) telah berhasil mencegah pemberlakuan tarif baru yang diancam oleh AS.
Selain itu pada pekan lalu, Trump menangguhkan ancaman tarif terkait Greenland untuk sementara waktu terhadap delapan negara Eropa setelah Parlemen Eropa memilih untuk menangguhkan kesepakatan dagang UE‑AS sebagai langkah balasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan semikonduktor Taiwan rekrut pakar geopolitik bergelar doktor
Indonesia
•
17 Feb 2022

China tegaskan respons COVID-19-nya berbasis ilmu pengetahuan dan efektif
Indonesia
•
11 Jan 2023

Gunung berapi Jepang muntahkan gumpalan abu, masyarakat diperingatkan
Indonesia
•
21 Oct 2021

PM China bertemu dengan PM Pantai Gading
Indonesia
•
30 Mar 2023


Berita Terbaru

PBB: Lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak eskalasi konflik di Timur Tengah
Indonesia
•
25 Mar 2026

Iran bantah lakukan negosiasi dengan AS, menyebutnya tidak bermakna dalam kondisi sekarang
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tingkat kepuasan terhadap Trump capai titik terendah di tengah lonjakan harga bbm dan penolakan perang Iran
Indonesia
•
25 Mar 2026

PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025
Indonesia
•
25 Mar 2026
