Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang

Foto yang diabadikan pada 25 Januari 2026 ini menunjukkan suasana sebuah jalan di Teheran, Iran. (Xinhua)
Iran akan menganggap setiap langkah militer yang diambil Amerika Serikat terhadapnya sebagai tindakan perang.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Rabu (28/1) memperingatkan bahwa negara Timur Tengah itu akan menganggap setiap langkah militer yang diambil Amerika Serikat (AS) terhadapnya sebagai tindakan perang.
Ali Shamkhani, yang juga merupakan perwakilan pemimpin tertinggi tersebut di Dewan Pertahanan Iran, menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di platform media sosial X seiring tetap tingginya ketegangan antara Iran dan AS di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah.
Dia mengatakan, "serangan terbatas" AS terhadap Iran hanyalah sebuah "kiasan." "Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang, dan responsnya akan cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.
Shamkhani menekankan bahwa respons Iran akan menyasar "pihak agresor, jantung Tel Aviv, dan semua pendukung pihak agresor."
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa "armada besar," yang dipimpin oleh Kapal Induk Abraham Lincoln dan lebih besar dari yang dikirim ke Venezuela, sedang menuju Iran, dan memperingatkan Teheran bahwa "waktu hampir habis" untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Sebelumnya pada Senin (26/1), Iran memperingatkan soal respons "yang komprehensif dan akan menimbulkan penyesalan" terhadap setiap agresi.
Menanggapi ancaman Trump dalam unggahan di X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa "angkatan bersenjata kami yang gagah berani siap, dengan posisi yang sudah siaga, untuk dengan segera dan tangguh merespons setiap agresi."
Namun, Araghchi juga mengatakan bahwa "pada saat yang sama, Iran selalu menyambut baik kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara, dengan kesetaraan, dan bebas dari paksaan, ancaman, maupun intimidasi, yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak adanya senjata nuklir."
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Imbas konflik Gaza, tingkat pengangguran Palestina capai 50,8 persen
Indonesia
•
09 Jun 2024

Opini: Hubungan lebih erat China-ASEAN penting bagi stabilitas dan pembangunan umum kawasan
Indonesia
•
12 Oct 2024

Trump sebut serangan Israel di Qatar diputuskan oleh PM Israel, bukan Gedung Putih
Indonesia
•
10 Sep 2025

Upaya de-dolarisasi global terus berlanjut saat dolar AS makin goyah
Indonesia
•
26 Jul 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
