
Kanguru berevolusi secara tak lazim untuk jadi hewan pemakan rumput

Foto yang diabadikan pada 24 Oktober 2023 ini menunjukkan seekor kanguru di Canberra, Australia. (Xinhua/Chu Chen)
Sejarah evolusi kanguru mendorong hewan itu untuk beradaptasi terhadap munculnya padang rumput dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan mamalia berkuku seperti rusa dan kuda, yang dominan di sebagian besar benua lainnya.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Enamel gigi yang tebal membantu kanguru mengalami perjalanan evolusi yang tidak lazim, dibandingkan dengan herbivora di benua lainnya, demikian menurut temuan dari studi Australia.
Studi yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Science tersebut menganalisis fosil gigi kanguru yang berusia jutaan tahun dan menemukan bahwa kanguru, herbivora yang paling beragam sekaligus umum ditemukan di benua Australia, mengembangkan solusi yang tidak biasa untuk mengatasi tantangan dalam mengonsumsi rumput menggunakan gigi geraham yang diperkuat oleh enamel tebal, urai sebuah pernyataan dari Universitas Flinders Australia yang dirilis pada Senin (4/5).
Sejarah evolusi kanguru mendorong hewan itu untuk beradaptasi terhadap munculnya padang rumput dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan mamalia berkuku seperti rusa dan kuda, yang dominan di sebagian besar benua lainnya, ujar Aidan Couzens, penulis utama studi tersebut yang juga research associate di Universitas Flinders.
Berbeda dengan hewan pemakan rumput seperti kuda dan rusa, yang mengunyah dari satu sisi ke sisi lainnya dan mengembangkan gigi bermahkota tinggi, kanguru mengiris makanan secara vertikal, ujar Couzens, seraya menambahkan bahwa gaya mengunyah ini menunjukkan kanguru memiliki deretan gigi geraham belakang (cheek teeth) yang berfungsi seperti sabuk konveyor dengan enamel tebal.
"Mengonsumsi rumput membuat gigi lebih cepat aus dibandingkan jenis tumbuhan lain, karena rumput kerap kali dilapisi debu dan helaiannya mengandung ribuan partikel silika yang sangat kecil," tutur Couzens.
"Dalam beberapa hal, sejarah evolusi mamalia herbivora di Australia berlangsung terbalik karena keunggulan herbivora yang mengunyah secara vertikal (yakni kanguru), sementara hal sebaliknya terjadi di benua-benua bagian utara," urai Couzens.
Studi ini menunjukkan bahwa evolusi tidak selalu dapat diprediksi. Herbivora marsupial pesaing yang lebih cocok untuk mengonsumsi rumput mengalami penurunan sebelum padang rumput menyebar, sehingga membuka peluang bagi kanguru untuk mengambil keuntungan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Indonesia manfaatkan limbah agroindustri untuk produksi biosilika bernilai ekonomi
Indonesia
•
23 Jul 2024

Ilmuwan buat embrio selamatkan badak putih utara
Indonesia
•
12 Sep 2019

Ukiran batu prasejarah berusia 23.000 tahun ditemukan di Situs Warisan UNESCO di Portugal
Indonesia
•
06 Jul 2026

China luncurkan jaringan superkomputer nasional untuk dorong ekonomi digital
Indonesia
•
13 Apr 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
