
Kalangan anak muda di Portugal kurangi penggunaan medsos

Ilustrasi. (Jakub Żerdzicki on Unsplash)
Kalangan muda di Portugal secara signifikan mengurangi penggunaan media sosial mereka, karena merasa sering mengalami kecemasan, perilaku mengecek secara kompulsif, dan tekanan sosial, terutama rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO).
Lisbon, Portugal (Xinhua/Indonesia Window) – Kalangan anak muda di Portugal secara signifikan mengurangi penggunaan media sosial (medsos) mereka, mencerminkan pergeseran menuju kebiasaan digital dengan kesadaran yang lebih tinggi, menurut data terbaru dan sejumlah peneliti.Data dari firma riset pasar Portugal, Marktest, menunjukkan bahwa proporsi kalangan muda yang menggunakan medsos telah turun 22 persen dalam dua tahun terakhir. Populasi umum juga mengurangi penggunaan medsos, dengan rata-rata durasi harian yang dihabiskan untuk menggunakan medsos turun 13 persen dalam setahun terakhir.Data yang dirilis pada Jumat (12/12) oleh Institut Statistik Nasional Portugal (INE) menunjukkan bahwa 79 persen penduduk saat ini menggunakan medsos, angka terendah sejak 2017.Sejumlah peneliti yang dikutip oleh surat kabar Portugal, Expresso, mengatakan bahwa tren ini konsisten dengan perkembangan yang diamati di negara-negara lain, menunjukkan tanda-tanda kejenuhan seiring pengguna menilai kembali peran medsos dalam kehidupan sehari-hari mereka. Semakin banyak individu mengadopsi praktik ‘detoks digital’, termasuk membatasi screen time atau memutus koneksi dari platform daring untuk sementara waktu.Sejumlah pakar menyebutkan bahwa penurunan di kalangan anak muda itu mencerminkan sebuah upaya sadar untuk membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat.Patricia Dias, assistant professor di Fakultas Humaniora Universitas Katolik Portugal (UCP), mengatakan bahwa mengurangi penggunaan medsos sering kali merupakan keputusan yang disengaja dan berkelanjutan, bukan reaksi jangka pendek.Berdasarkan penelitiannya tentang pemutusan koneksi digital di kalangan remaja Portugal, Dias mengatakan banyak remaja memilih untuk mengurangi penggunaan medsos karena mereka merasa manfaat medsos tidak lagi melampaui komitmen waktu dan tekanan psikologis yang dilibatkan.Dia menjelaskan bahwa pengguna berusia muda sering melaporkan mengalami kecemasan, perilaku mengecek secara kompulsif, dan tekanan sosial, terutama rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO). Faktor-faktor ini mendorong mereka untuk menetapkan batasan pada aktivitas daring mereka, mengurangi penggunaan, atau bahkan memutus koneksi untuk sementara.Dias menekankan bahwa perilaku semacam itu mewakili proses regulasi diri. "Yang kita amati adalah meningkatnya kesadaran di kalangan generasi muda akan pentingnya melindungi perhatian dan kesejahteraan mereka, serta mengembangkan pola interaksi daring yang lebih seimbang dan berkelanjutan," ujarnya.Meskipun terjadi penurunan, medsos tetap memainkan peran yang signifikan di tengah masyarakat Portugal. Para analis mengatakan tren saat ini tidak menandakan hilangnya platform medsos, melainkan pergeseran menuju penggunaan yang lebih selektif dan intensional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi nasionalkan pekerja restoran, mall dan pendidikan
Indonesia
•
23 Feb 2021

Feature – Warga Indonesia di China rasakan kedekatan dengan budaya Qingming
Indonesia
•
06 Apr 2026

Penumpang kereta di China diprediksi lampaui 3 miliar pada 2022
Indonesia
•
05 Jan 2022

Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza sejak selasa lampaui 590 orang
Indonesia
•
21 Mar 2025


Berita Terbaru

Larangan medsos untuk anak di Australia sukses, pengguna turun 10 persen
Indonesia
•
31 Jul 2026

FIFA selidiki dugaan pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026, apa saja tuduhannya?
Indonesia
•
31 Jul 2026

UNESCO tambah 25 Warisan Dunia baru, tiga situs terdampak konflik ditetapkan lewat prosedur darurat
Indonesia
•
29 Jul 2026

Stok darah O di AS tinggal kurang dari sehari, Palang Merah umumkan krisis nasional
Indonesia
•
29 Jul 2026
