
Kantor kemanusiaan PBB sebut jumlah pengungsi di Gaza naik tajam

Orang-orang mencari korban selamat di antara reruntuhan bangunan setelah serangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 11 Oktober 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Jumlah pengungsi di Gaza telah menembus 263.000 orang, saat wilayah Palestina ini berada di bawah ‘pengepungan total’ menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada akhir pekan lalu.
PBB (Xinhua) – Jumlah pengungsi di seluruh Gaza telah menembus 263.000 orang, meningkat 40 persen sejak Selasa (10/10), kata Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (11/10).Lebih dari 1.000 unit rumah di Gaza hancur, serta sekitar 560 unit rumah rusak parah dan tidak dapat dihuni. Sebanyak 12.630 lainnya mengalami kerusakan yang lebih ringan, ungkap OCHA.Seluruh 13 rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Gaza hanya beroperasi sebagian karena kekurangan pasokan dan penjatahan bahan bakar, imbuh kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.Dengan terputusnya pasokan air dari Israel ke Gaza, terjadi kekurangan air minum yang parah, yang berdampak pada lebih dari 650.000 orang. Serangan udara Israel juga telah merusak tujuh fasilitas yang selama ini menyediakan layanan air dan sanitasi bagi lebih dari 1,1 juta orang. Di beberapa daerah, limbah dan sampah kini menumpuk di jalan-jalan, menimbulkan bahaya kesehatan, sebut OCHA.Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa 220.000 pengungsi internal menghuni tempat penampungan di 88 sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East/UNRWA). Jumlahnya terus bertambah seiring serangan udara Israel terus berlanjut.Jubir Sekjen PBB tersebut mengatakan bahwa 11 personel UNRWA tewas di Gaza dalam serangan udara Israel sejak Sabtu (7/10), sedangkan tiga guru terluka. Sementara itu, 30 siswa UNRWA tewas dan delapan lainnya terluka.
Asap membubung tinggi setelah serangan udara Israel di Gaza City pada 11 Oktober 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Nepal berhasil tingkatkan jumlah harimau, tapi dianggap terlalu banyak
Indonesia
•
18 Jan 2025

Bank Dunia gelontorkan 30 miliar dolar AS atasi kerawanan pangan
Indonesia
•
19 May 2022

CNN: Setidaknya 238.500 anak jadi yatim piatu akibat COVID-19 di AS
Indonesia
•
29 Mar 2023

Dokter di China bantu penanganan penyakit kronis dengan anjuran pola makan dan olahraga
Indonesia
•
06 Dec 2023


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
