
Dukung kelancaran Pemilu 2024, TikTok hapus puluhan ribu video berisi informasi keliru

CEO TikTok Shou Zi Chew berbicara dalam acara TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023 di Jakarta pada 15 Juni 2023. (Xinhua/Zulkarnain)
Jumlah pengguna TikTok menjelang Pemilu 2024 pada Januari 2024, tercatat lebih dari 120 juta warga, menjadikan aplikasi ini salah satu media sosial populer sebagai sarana berkampanye bagi para calon presiden maupun calon anggota legislatif.
Jakarta (Xinhua) – Media sosial populer TikTok mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghapus puluhan ribu video yang mengandung informasi keliru dan melanggar kebijakan terkait Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2024, serta menghadirkan pusat panduan pemilu di dalam aplikasi yang telah dijangkau oleh 55 juta pengguna itu."Untuk menegakkan kebijakan dan melawan penyebaran informasi keliru terkait pemilu di platform kami, kami telah berinvestasi secara besar-besaran di sistem moderasi konten yang mengombinasikan teknologi automasi dan moderator manusia yang terampil," demikian dikutip dari keterangan resmi TikTok Indonesia.Sejak kampanye pemilu dimulai pada 28 November 2023 hingga hari kedua pemungutan dan penghitungan suara pada 15 Februari 2024, TikTok telah menghapus lebih dari 17.000 video yang melanggar kebijakan informasi, 38.000 video yang melanggar kebijakan sipil dan integritas pemilu, serta lebih dari 3.000 video yang melanggar kebijakan tentang media sintetis dan media yang dimanipulasi. Perusahaan itu juga mengirimkan lebih dari 4.000 video kepada mitra pemeriksa fakta. Separuh lebih dari video-video tersebut kemudian dihapus dari platform.TikTok juga bekerja sama dengan beberapa lembaga terkait pemilu untuk menghadirkan Pusat Panduan Pemilu 2024 guna membantu para penggunanya mengakses informasi dari sumber-sumber tepercaya dan independen. Layanan ini telah diakses oleh 55 juta pengguna per 15 Februari 2024. Selain itu, TikTok juga telah menambahkan tanda peringatan (notice tag) pada 9,5 juta video terkait pemilu yang telah mendapatkan 54 miliar view dan 94 juta klik.Indonesia menyelesaikan proses pemilu pada pertengahan Februari lalu dengan melibatkan ratusan juta pemilih. Berdasarkan data pada Januari 2024, tercatat lebih dari 120 juta warga Indonesia menggunakan aplikasi TikTok. Oleh karenanya, TikTok menjadi salah satu media sosial populer sebagai sarana berkampanye bagi para calon presiden maupun calon anggota legislatif.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 342 tenaga medis Indonesia meninggal selama pandemik
Indonesia
•
05 Dec 2020

Investasi infrastruktur hijau butuh 6,9 triliun dolar AS
Indonesia
•
18 Feb 2022

Feature – Pameran bisnis, Muslim LifeFest 2023, dorong UMKM halal tingkatkan daya saing
Indonesia
•
25 Aug 2023

Profil – Nazaruddin Nasution: Dari diplomat jadi akademisi
Indonesia
•
20 Mar 2023


Berita Terbaru

Indonesia–China perkuat pendidikan vokasi, bidik kebutuhan industri masa depan
Indonesia
•
16 Oct 2026

China perkuat studi tentang Indonesia, Universitas Peking gelar forum internasional bahas masa transisi
Indonesia
•
16 Oct 2026

Bedah Buku - Kasdam III/Siliwangi ajak publik melek perang kognitif demi tangkal baya malinformasi dan ‘deepfake’
Indonesia
•
16 Oct 2026

Bantuan masjid dan musala 2026 dibuka, catat syarat dan jadwalnya
Indonesia
•
16 Oct 2026
