Korban meninggal banjir Sumatra naik jadi 1.030, 206 hilang hingga 16 Desember pagi

Proses pengangkutan bantuan logistik dan peralatan yang berada di Gudang Logistik Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, Jumat (28/11/2025). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)
Jumlah korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 16 Desember 2025 pagi telah meningkat menjadi 1030 orang meninggal, 206 orang hilang, dan 7.000 orang luka-luka.
Jakarta (Indonesia Window) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 16 Desember 2025 pagi telah meningkat menjadi 1.030 orang meninggal, 206 orang hilang, dan 7.000 orang luka-luka.Di Aceh, jumlah korban banjir adalah 431 orang meninggal, 32 orang hilang, dan 4.300 orang luka-luka. Di Sumatra Utara, 355 orang tewas, 84 orang hilang, dan 2.300 orang luka-luka. Di Sumatra Barat, tercatat 244 orang meninggal, 90 orang hilang, dan 382 orang luka-luka.BNPB juga melaporkan, 1.600 fasilitas umum rusak. Bencana tersebut juga berdampak pada 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, dan 145 jembatan.Selain itu, BNPB melaporkan 186.488 rumah rusak. Sebanyak 52 kabupaten terdampak.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pemerintah tetapkan Idul Adha 1444 H jatuh pada 29 Juni 2023
Indonesia
•
19 Jun 2023

Anak perusahaan Pertamina jalin kerja sama dengan perusahaan China di sektor migas
Indonesia
•
25 Oct 2023

Presiden perintahkan usut tuntas insiden demonstrasi
Indonesia
•
31 Aug 2025

Dalam tiga bulan 340 ribu warga Indonesia tunaikan umroh
Indonesia
•
07 Dec 2019
Berita Terbaru

Perkuat kemitraan strategis, Indonesia-Australia tandatangani Traktat Keamanan Bersama
Indonesia
•
07 Feb 2026

Opini – Direktur UKW: Wartawan di masa Orde Baru relatif lebih gigih, ketimbang jurnalis era Gen Z
Indonesia
•
06 Feb 2026

Presiden tegaskan komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina melalui Board of Peace
Indonesia
•
05 Feb 2026

Presiden tegaskan diplomasi realistis, prinsip kehati-hatian Indonesia dalam BOP
Indonesia
•
05 Feb 2026
