
Studi baru ungkap jumlah kematian eksesif dokter di AS selama awal pandemik

Sejumlah tenaga kesehatan bertugas di "Area COVID" Rumah Sakit Beverly di Montebello City, California, Amerika Serikat, pada 22 Januari 2021. (Xinhua)
Jumlah kematian eksesif dokter di Amerika Serikat memuncak di angka 70 pada Desember 2020 di antara seluruh dokter aktif, disusul oleh penurunan cepat pada 2021 ketika vaksin COVID-19 yang aman dan efektif tersedia.
New York City, AS (Xinhua) – Sebanyak 4.511 dokter Amerika Serikat (AS) meninggal dalam fase awal COVID-19, atau 622 kematian lebih banyak daripada yang seharusnya terjadi jika pandemik tidak merebak, demikian menurut surat penelitian yang dipublikasikan di JAMA (The Journal of the American Medical Association) Internal Medicine.Jumlah kematian eksesif dokter ini memuncak di angka 70 pada Desember 2020 di antara seluruh dokter aktif, disusul oleh penurunan cepat pada 2021 ketika vaksin yang aman dan efektif tersedia, kata sebuah laporan yang diterbitkan di situs jejaring American Medical Association (AMA) pekan ini, mengutip studi ‘Kematian Eksesif di antara Para Dokter Selama Pandemi COVID-19’.Tidak ada kematian eksesif di antara para dokter yang terjadi setelah April 2021, yang bertepatan dengan meluasnya ketersediaan vaksin COVID-19, yang berarti tambahan hampir 50 dokter AS dari yang diperkirakan meninggal setiap bulannya selama fase pandemik ini."Menghitung kematian eksesif memungkinkan kita melihat sebagian dari kerusakan tambahan yang disebabkan oleh pandemi," ujar Lindsey Carlasare, manajer penelitian dan kebijakan untuk AMA sekaligus penulis surat penelitian itu seperti dikutip studi tersebut.Untuk studi ini, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford dan Universitas California Selatan, Los Angeles, menggunakan data dari AMA Masterfile dan Arsip Dokter yang Meninggal (Deceased Physician File) terkait untuk menghitung jumlah kematian eksesif selama periode Maret 2020 hingga Desember 2021 di antara para dokter AS berusia 45-84 tahun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harta kuno Kamboja yang dijarah dikembalikan dari Inggris
Indonesia
•
21 Feb 2023

Pekerja migran tak wajib punya asuransi Covid untuk masuk Taiwan
Indonesia
•
26 Jul 2022

PBB siapkan rencana bantuan untuk jangkau 15 juta orang di Sudan
Indonesia
•
07 Feb 2024

Danau air tawar terbesar di China susut 75 persen akibat kekeringan
Indonesia
•
19 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
