
UNICEF: 7,6 juta anak di Ethiopia putus sekolah

Foto dokumentasi menunjukkan anak-anak sedang bermain di sebuah taman di Addis Ababa, Ethiopia, pada 16 September 2023. (Xinhua/Wang Ping)
Jumlah anak putus sekolah di Ethiopia mencapai sekitar 7,6 juta, terutama karena negara itu menghadapi sejumlah bencana alam dan petaka akibat ulah manusia.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Jumat (10/11) mengatakan bahwa sekitar 7,6 juta anak di Ethiopia putus sekolah karena negara itu menghadapi sejumlah bencana alam dan petaka akibat ulah manusia.Dalam laporan situasi kemanusiaan Ethiopia terbarunya, UNICEF mengatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di berbagai wilayah di negara di Afrika Timur tersebut memberikan kontribusi negatif pada akses anak-anak ke pendidikan."Konflik yang sedang berlangsung di Amhara dan Oromia secara signifikan berkontribusi pada peningkatan jumlah anak yang putus sekolah. Secara keseluruhan, terdapat 7,6 juta anak putus sekolah di seluruh Ethiopia," ungkap laporan itu.Dikatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di wilayah Amhara masih intens dan fluktuatif karena pemberlakuan pembatasan pergerakan, yang menyebabkan kesulitan yang berkelanjutan dalam penyediaan bantuan kemanusiaan.
Foto dokumentasi ini menunjukkan anak-anak menanam benih pohon di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, pada 10 Agustus 2020. (Xinhua/Michael Tewelde)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Krisis kemanusiaan di Tanduk Afrika kian meluas dan mendalam
Indonesia
•
26 Jan 2023

Kota kuno yang berfungsi sebagai wilayah feodal ditemukan di Shaanxi, China
Indonesia
•
16 Feb 2023

Laporan UNHCR ungkap pengungsian paksa secara global tembus rekor 120 juta orang
Indonesia
•
15 Jun 2024

Ulama ajak Umat Islam hidup seimbang dengan syukur dan sabar
Indonesia
•
12 Jan 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
