Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46

Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46
Joseph Robinette Biden Jr. atau dikenal sebagai Joe Biden dari Partai Demokrat dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1/2021), menggantikan Donald Trump dari Republik. (PBS News/Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Joseph Robinette Biden Jr. atau dikenal sebagai Joe Biden dari Partai Demokrat dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1), menggantikan Donald Trump dari Republik.

Kemenangan Biden dalam Pemilu Presiden pada 3 November 2020 dan pelantikannya di Capitol Hill Washington mendapat sambutan hangat dari sebagian besar masyarakat AS yang semakin berseberangan dengan administrasi Trump yang penuh kontroversi.

Dalam pidato pengukuhannya, Biden mengatakan itu (upacara pelantikannya) adalah hari “sejarah dan harapan”.

“Demokrasi telah menang,” kata Presiden Biden yang kini berusia 78 tahun, saat berpidato, sembari menyerukan persatuan setelah kekerasan yang terjadi di Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

“Seluruh jiwa saya adalah untuk menyatukan kembali Amerika,” tambahnya.

Setelah tahun-tahun Trump yang penuh gejolak berlalu, dia berjanji untuk menjadi presiden “bagi semua orang Amerika”, termasuk mereka yang tidak memilihnya.

Sementara pelantikan berlangsung, Donald Trump berada di kediaman pribadinya Mar-a-Lago di Florida, dan menjadi presiden pertama dalam 152 tahun yang memboikot pelantikan penggantinya.

Donald Trump meninggalkan Gedung Putih pada hari sebelumnya, menyatakan bahwa itu adalah “kehormatan” untuk menjabat sebagai presiden.

Berbeda dengan Trump, Biden dinilai memiliki karakteristik yang lebih inklusif dibandingkan pendahulunya, dengan Kamala Harris yang menjadi wakil presiden perempuan pertama dalam sejarah AS, sekaligus yang berasal dari kulit hitam dan berdarah Asia Selatan.

Harris yang kini berusia 56 tahun memiliki ayah yang berasal dari Jamaica dan ibu dari India.

Meskipun pelantikan Biden menjadi acara yang dinantikan oleh masyarakat AS, sejumlah tradisi nasional, seperti kehadiran ratusan ribu orang di lapangan Monumen Nasional Washington, parade pelantikan, serta resepsi dan pesta dansa, terpaksa ditiadakan akibat pandemik COVID-19.

Namun demikian, pengamanan ekstra ketat diterapkan selama acara berlangsung setelah Capitoll Hill diserbu oleh pengunjuk rasa pro-Trump dalam kerusuhan mematikan pada 6 Januari.

Sekitar 25.000 Penjaga Nasional dikerahkan selama upacara pelantikan tersebut.

Di antara mereka yang menghadiri pelantikan Biden adalah tiga pendahulunya, yakni Barack Obama, Bill Clinton dan George W Bush. Mantan Wakil Presiden Mike Pence juga hadir.

Biden menandatangani perintah eksekutif pertamanya, termasuk memberlakukan kewajiban mengenakan masker kesehatan di fasilitas dan tempat umum, serta menyatakan bergabungnya kembali AS dalam kesepakatan iklim Paris.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here