
Alat sensor fasilitasi pemantauan ‘kesehatan’ jembatan Sungai Yangtze

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2020 ini menunjukkan Jembatan Sungai Yangtze Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Cheng Min)
Jembatan Sungai Yangtze Wuhan adalah jembatan jalan raya-rel kereta api pertama yang dibangun di atas Yangtze, sungai terpanjang di China, setelah berdirinya Republik Rakyat China.
Wuhan, China (Xinhua) – Tim peneliti China memasang berbagai sensor di Jembatan Sungai Yangtze di Wuhan untuk memantau ‘kesehatan’ bangunan arsitektural penting di megakota yang terletak di China tengah tersebut."Sebanyak 114 sensor dipasang di seluruh jembatan, yang dapat memberikan informasi tentang berbagai situasi darurat, termasuk gempa bumi, tabrakan kapal, serta pergeseran balok utama dan bantalan jembatan," jelas Zhang Mengmeng, seorang insinyur di China Railway Bridge Science Research Institute.Menurut Zhang, data real-time akan dikirim ke platform pemantauan kesehatan jembatan, yang akan mengirim peringatan kepada staf terkait keadaan darurat dan memberikan panduan data untuk inspeksi, pemeliharaan, serta perbaikan jembatan.Jembatan Sungai Yangtze Wuhan adalah jembatan jalan raya-rel kereta api pertama yang dibangun di atas sungai terpanjang di China itu, setelah berdirinya Republik Rakyat China. Selama 65 tahun beroperasi, jembatan tersebut mengalami erosi lingkungan dan beberapa kecelakaan, termasuk tabrakan kapal.Inspeksi rutin terhadap konstruksi sipil tersebut secara tradisional dilakukan secara manual secara berkala. Namun, prosesnya memakan waktu dan sulit untuk menemukan bahaya yang tersembunyi.Dalam beberapa tahun terakhir, China giat mempromosikan transportasi pintar untuk meningkatkan pengelolaan dan pemeliharaan jembatan-jembatan tua tertentu melalui penggunaan teknologi.Sejauh ini, sistem pemantauan kesehatan pintar telah diterapkan di semua jembatan di sungai yang memiliki panjang6.300 kilometers itu, di seksi Wuhan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia uji vaksin Sputnik V pada lansia
Indonesia
•
19 Dec 2020

Lumba-lumba langka berkomunikasi dengan pola vokal dan suara yang unik
Indonesia
•
18 Jul 2025

Studi: Fluktuasi tajam suhu harian jadi ancaman iklim baru
Indonesia
•
11 Dec 2025

Penyelidikan arkeologis laut dalam China berfokus pada bangkai kapal kuno Dinasti Ming
Indonesia
•
13 Jun 2023


Berita Terbaru

Feature – Bayi panda raksasa Rio siap diperkenalkan ke publik mulai akhir Mei
Indonesia
•
24 May 2026

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026

Peneliti Indonesia kembangkan kapal listrik pengangkut sampah untuk kawasan mangrove
Indonesia
•
24 May 2026

Teknologi ‘Organic Rankine Cycle’ ubah panas buangan dari jadi energi listrik
Indonesia
•
24 May 2026
