
Jejak kaki ‘Mammaliaform’ Periode Kapur ditemukan di China selatan

Foto yang diabadikan pada 27 April 2025 ini menunjukkan jejak kaki yang ditemukan di wilayah Huaiji, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liang Xuanrui)
Jejak kaki mamalia prasejarah (mammaliaform) dan dinosaurus ditemukan di lapisan tanah Periode Kapur di wilayah Huaiji, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti dari Universitas Geosains (Beijing) China pada Kamis (12/6) mengatakan pihaknya untuk kali pertama berhasil mendokumentasikan kombinasi jejak kaki mamalia prasejarah (mammaliaform) dan dinosaurus di lapisan tanah Periode Kapur di wilayah Huaiji, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan.Jejak kaki mammaliaform yang baru ditemukan itu panjangnya hanya 1,8 sentimeter, menurut tim peneliti.Para peneliti menekankan bahwa hal ini menandai penemuan pertama jejak kaki mammaliaform Periode Kapur di China selatan dan memberikan wawasan berharga mengenai keanekaragaman dan paleoekologi vertebrata di daerah tersebut pada Periode Kapur.
Foto yang diambil pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan jejak mamalia di lapisan Kapur (atas, kanan) yang ditemukan di Kabupaten Huaiji, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan. (Foto oleh Mi Jialin/Xinhua)
Foto yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan jejak kaki yang ditemukan di wilayah Huaiji, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Mi Jialin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gesekan ban dengan jalan berpotensi jadi energi bersih
Indonesia
•
28 Jun 2025

Peneliti ungkap kaitan antara aktivitas fisik dengan umur panjang dan penuaan
Indonesia
•
14 Jan 2025

Robot Toumai bantu operasi jarak jauh lebih aman dan akurat
Indonesia
•
17 Mar 2025

AS luncurkan misi baru yang libatkan ‘spacewalk’ komersial pertama
Indonesia
•
12 Sep 2024


Berita Terbaru

Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber
Indonesia
•
31 Jul 2026

ITB gandeng perusahaan China kembangkan robotika medis, bedah jarak jauh jadi fokus riset
Indonesia
•
31 Jul 2026

Mengapa banyak fosil ditemukan di gua? Ternyata berawal dari kebiasaan unik landak
Indonesia
•
31 Jul 2026

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026
