
Haji 1445 – Jamaah haji bisa masuk Raudhoh dengan surat tasrih tanpa melalui aplikasi Nusuk

Suasana di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, depan pintu masuk ke Raudhoh. (Kementerian Agama RI)
Jamaah haji Indonesia kini dapat berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, Raudhoh, di Masjid Nabawi, Madinah, dengan menggunakan surat tasrih yang disediakan oleh pemerintah RI.
Jakarta (Indonesia Window) – Jamaah haji Indonesia kini dapat berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, Raudhoh, di Masjid Nabawi, Madinah, dengan menggunakan surat tasrih, menurut Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Ibadah untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Efrilen Hafizh.“Jamaah haji Indonesia tidak usah resah karena masuk ke Raudhoh telah difasilitasi oleh pemerintah melalui penerbitan surat tasrih. Jamaah tidak harus mengisi dan mendaftar melalui aplikasi Nusuk secara pribadi,” terangnya di Kantor Daker Madinah, Senin, dikutip dari situs jejaring Kementerian Agama RI.Fasilitas untuk masuk ke Raudhoh, lanjutnya, akan diberikan secara kolektif kepada jamaah. “Di setiap kloter (kelompok terbang) akan diterbitkan dua tasrih. Pertama, tasrih khusus untuk perempuan. Kedua, tasrih khusus untuk laki-laki.”Sementara itu, kegiatan ziarah dan ibadah ke Raudhoh akan dilakukan paling cepat tiga hari setelah jamaah berada di Kota Madinah.“Setelah diterbitkan, tasrih akan diteruskan ke Kepala Sektor Khusus Nabawi. Jadwal masuk Raudhoh akan diinformasikan kepada petugas kloter melalui petugas sektor. Sehingga jamaah tinggal datang pada jadwal yang sudah ditentukan,” papar Hafizh.“Jamaah wajib sudah berkumpul di pintu Raudhoh paling lambat 30 menit sebelum jadwal masuk. Petugas Seksus (sektor khusus) Nabawi akan memandu jamaah dan menyerahkan tasrih kepada petugas yang menjaga Raudhoh,” sambungnya.Kepala Daker Madinah telah bernegosiasi dengan pihak keamanan Masjid Nabawi untuk memberikan kemudahan kepada para petugas Seksus Nabawi guna melakukan pendampingan bagi jamaah haji yang masuk ke Raudhoh.“Penerbitan tasrih ini dilakukan oleh Kantor Daker Madinah dan diberikan validasi berupa stempel untuk menghindari duplikasi dan menunjukkan bahwa tasrihnya asli,“ jelas Hafizh.Dia menekankan, layanan pemberian tasrih ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Madinah sejak 12 Mei 2024. Proses kedatangan ini akan terus berlanjut hingga 23 Mei 2024.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ini enam nilai Qur'ani untuk pedoman penggunaan AI
Indonesia
•
25 Aug 2026

Nilai perdagangan ekonomi digital Indonesia capai 401 triliun rupiah pada 2021
Indonesia
•
11 Jul 2022

Porsi energi terbarukan meningkat jadi 51,6 persen dalam RUPTL 2021-2030
Indonesia
•
05 Oct 2021

RI–AS sepakati perdagangan resiprokal
Indonesia
•
21 Feb 2026


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
