
Peneliti rancang jam tangan untuk pantau kesehatan secara ‘real-time’ lewat keringat

Atlet China He Jie (depan) berkompetisi dalam pertandingan final cabang olahraga atletik maraton putra di ajang Asian Games ke-19 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 5 Oktober 2023. (Xinhua/Song Yanhua)
Jam tangan pintar mengumpulkan keringat dari kulit dan menganalisisnya secara waktu nyata (real-time) menggunakan sebuah cip sensor dengan membran yang sensitif terhadap ion.
Hefei, China (Xinhua) – Perangkat pintar yang dapat dikenakan (smart wearable) telah berevolusi dengan fitur-fitur canggih untuk pengalaman kesehatan dan kebugaran holistik, memantau detak jantung, melacak jumlah langkah, menghitung asupan kalori, dan kini memberi tahu pengguna saat mereka membutuhkan minuman elektrolit saat berolahraga hanya dengan menggerakkan pergelangan tangan.Tim ilmuwan dari Institut Ilmu Fisika Hefei (Hefei Institutes of Physical Science/HIPS) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) telah merancang sebuah jam tangan yang dapat mengukur kadar kimia esensial dalam keringat tubuh. Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal ACS Nano.Keringat mengandung elektrolit, terutama kalium, natrium, dan kalsium. Keseimbangan mineral-mineral esensial ini sangat penting untuk mendukung fungsi otot, kesehatan saraf, dan detak jantung yang teratur, ujar Yang Meng, lektor kepala di HIPS yang juga merupakan salah satu penulis penelitian tersebut.Berkeringat dapat menyebabkan hilangnya kadar air dan elektrolit. "Kehilangan kadar kalium yang berlebihan, misalnya, dapat berdampak pada fungsi jantung dan aktivitas neuromuskular. Demikian pula, berkurangnya kadar ion natrium dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, pusing, dan kram otot," kata Yang, seraya menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan kadar elektrolit.
Seorang peneliti laboratorium menjajal jam tangan sensor keringat di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 Juni 2024. (Xinhua/Qu Yan)
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2024 ini menunjukkan para peneliti sedang menguji jam tangan sensor keringat di Hefei, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Qu Yan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dinosaurus ornithischia tertua dari Asia teridentifikasi di China barat daya
Indonesia
•
15 Jan 2025

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026

Peneliti AS kembangkan sistem AI baru untuk bantu orang yang kesulitan bicara
Indonesia
•
03 May 2023

PLTN generasi ke-4 pertama di dunia mulai beroperasi secara komersial di China
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
