
Israel tetapkan syarat untuk kesepakatan gencatan senjata Gaza tahap berikutnya

Sejumlah kendaraan terlihat di antara puing-puing rumah di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, pada 19 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel menuntut demiliterisasi Jalur Gaza dan diakhirinya kekuasaan Hamas sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Januari lalu.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel menuntut demiliterisasi Jalur Gaza dan diakhirinya kekuasaan Hamas sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Januari, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar pada Selasa (4/3)."Kami tidak memiliki kesepakatan untuk tahap kedua," kata Sa'ar dalam sebuah konferensi pers. "Kami menuntut demiliterisasi total Gaza, (dan) Hamas dan Jihad Islam keluar serta menyerahkan para sandera kami."Dia menambahkan bahwa jika Hamas menyetujui tuntutan ini, "kami dapat menerapkan (kesepakatan) besok."
Deretan truk yang membawa bantuan kemanusiaan terlihat di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

45 persen korban tewas dalam perang 40 hari Iran lawan Israel-AS adalah warga sipil
Indonesia
•
28 Apr 2026

Dewan IMF pertimbangkan pendanaan 1,4 miliar dolar untuk Ukraina
Indonesia
•
10 Mar 2022

COVID-19 – Hampir 2,5 miliar dosis vaksin diberikan di China
Indonesia
•
24 Nov 2021

Israel akan lanjutkan operasi di Rafah usai perundingan gencatan senjata gagal capai kesepakatan
Indonesia
•
10 May 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
