
Hamas terima kemungkinan pasukan internasional di Gaza hanya untuk pantau gencatan senjata

Sejumlah kendaraan milik Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) terlihat dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan warga Israel yang disandera Hamas di Gaza, di sebelah selatan Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 13 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Faksi-faksi Palestina di Gaza telah memberikan persetujuan awal untuk kemungkinan pasukan internasional di wilayah tersebut, dengan syarat mandatnya dibatasi pada "memantau gencatan senjata dan mempertahankan kehadiran di sepanjang perbatasan untuk memisahkan kedua belah pihak".
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pejabat senior Hamas pada Kamis (11/12) mengatakan faksi-faksi Palestina di Gaza telah memberikan persetujuan awal untuk kemungkinan pasukan internasional di wilayah tersebut, dengan syarat mandatnya dibatasi pada "memantau gencatan senjata dan mempertahankan kehadiran di sepanjang perbatasan untuk memisahkan kedua belah pihak".Husam Badran, anggota Biro Politik Hamas, mengatakan kepada Xinhua bahwa peran pasukan tersebut harus tetap "terbatas, jelas, dan disepakati," serta tidak boleh mengganggu proses pengambilan keputusan nasional Palestina. Dia mengungkapkan sebagian besar negara yang membahas ide tersebut menekankan perlunya persetujuan Palestina sebelum penempatan pasukan.Badran merujuk pada Pasukan Stabilisasi Internasional, sebuah pasukan multinasional yang diusulkan dan disetujui sebagai bagian dari rencana perdamaian yang lebih luas serta resolusi Dewan Keamanan PBB pada November lalu.Badran menekankan implementasi kesepakatan saat ini tidak boleh bertentangan dengan kepentingan Palestina dan menegaskan kembali "pembicaraan apa pun tentang pelucutan senjata perlawanan akan ditolak.""Rakyat Palestina hidup di bawah pendudukan, dan wajar bagi mereka untuk melawan dengan segala cara yang tersedia," katanya.Dia menambahkan bahwa prioritas bagi rakyat Palestina adalah rekonstruksi di Gaza "agar rakyat kami dapat hidup dalam kondisi yang layak untuk pengorbanan mereka".Mengenai fase kedua kesepakatan gencatan senjata, Badran mengatakan hal itu harus mencakup "penarikan pasukan Israel yang jelas, pembukaan cakrawala politik, dan pembahasan serius mengenai pembentukan negara Palestina."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS catat lebih 2,9 juta kasus pada anak dalam empat pekan terakhir
Indonesia
•
16 Feb 2022

Tajuk Xinhua: Modernisasi China jadi pokok utama dalam laporan kongres CPC
Indonesia
•
20 Oct 2022

Dokumen rahasia ditemukan di rumah mantan wakil presiden AS Mike Pence
Indonesia
•
25 Jan 2023

COVID-19 – Arab Saudi setujui vaksin Pfizer untuk anak-anak usia 5-11
Indonesia
•
04 Nov 2021


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
