
Staf PBB tewas akibat serangan Israel di Gaza

Sejumlah orang membersihkan puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di lingkungan Shuja'iyya, sebelah timur Gaza City, pada 18 Maret 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel kembali melancarkan serangannya ke Gaza sejak Selasa (18/2) dini hari, menewaskan lebih dari 400 orang dan menghancurkan kesepakatan gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 19 Januari lalu.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku "sangat sedih dan terkejut" atas tewasnya seorang staf PBB akibat pengeboman Israel di Jalur Gaza, dan mengecam semua serangan terhadap personel PBB serta menyerukan investigasi penuh. Demikian ungkap juru bicara (jubir) sekjen PBB pada Rabu (19/3).Seorang personel Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UN Office for Project Services/UNOPS) tewas dan lima orang lainnya terluka parah setelah dua wisma tamu PBB di Deir al Balah, Gaza tengah, terkena serangan, demikian dikonfirmasi PBB dan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Rabu pagi waktu setempat. Kendati demikian, militer Israel membantah menyerang kompleks tersebut.Lokasi semua bangunan PBB sudah diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik ini, yang terikat oleh hukum internasional untuk melindungi tempat-tempat tersebut dan menjaga kekebalannya yang mutlak, ujar Farhan Haq, wakil jubir sekjen PBB.Guterres mengecam keras semua serangan terhadap personel PBB dan menyerukan investigasi penuh. Dia menekankan bahwa semua konflik harus dilakukan dengan cara yang memastikan penghormatan dan perlindungan bagi warga sipil, kata Haq."Sekjen menekankan perlunya agar gencatan senjata dihormati untuk mengakhiri penderitaan warga. Bantuan kemanusiaan harus menjangkau semua orang yang membutuhkan. Para sandera harus segera dibebaskan dan tanpa syarat," papar jubir itu.Israel kembali melancarkan serangannya ke Gaza sejak Selasa (18/2) dini hari, menewaskan lebih dari 400 orang dan menghancurkan kesepakatan gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 19 Januari lalu.Serangan mematikan pada Rabu itu telah menambah jumlah personel PBB yang tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 menjadi sedikitnya 280 orang, menurut jubir PBB tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

KTT G7 ditutup di Hiroshima di tengah aksi protes yang semakin intens
Indonesia
•
22 May 2023

Militer AS dilaporkan kehilangan 16 unit ‘drone’ MQ-9 Reaper dalam perang dengan Iran
Indonesia
•
02 Apr 2026

Pakar hukum internasional asal Inggris sebut sejarah Barat buktikan kedaulatan China atas Nanhai Zhudao
Indonesia
•
15 May 2024

Jajak pendapat ungkap mayoritas warga Amerika tolak aksi militer Trump di Iran
Indonesia
•
07 Mar 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
